JurnalPatroliNews – PYONGYANG — Korea Utara menetapkan arah baru pembangunan nasional dengan menekankan stabilitas, konsolidasi, serta peningkatan kualitas dalam rencana lima tahun mendatang.
Kebijakan tersebut ditegaskan langsung oleh pemimpin tertinggi Kim Jong Un dalam laporan resmi pada Kongres ke-9 Partai Pekerja Korea, sebagaimana dikutip pada Senin (13/4/2026).
Dalam pidatonya, Kim menekankan bahwa periode rencana lima tahun ke depan bukan sekadar fase pertumbuhan biasa, melainkan momentum penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Periode rencana lima tahun yang baru seharusnya menjadi fase stabilisasi dan konsolidasi, fase pembangunan bertahap dan berkualitas,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa arah tersebut akan menjadi prinsip utama kerja kepemimpinan partai pada periode mendatang.
Pemerintah Korea Utara mengklaim dalam lima tahun terakhir telah berhasil mendorong tren pembangunan sosialisme secara menyeluruh serta membawa ekonomi nasional ke jalur pertumbuhan. Sejumlah kebijakan penyesuaian diterapkan untuk menjaga keseimbangan antar sektor, termasuk penguatan kapasitas produksi dan rehabilitasi teknis guna membangun struktur ekonomi yang lebih mandiri.
Langkah konkret juga terlihat dari pembangunan di berbagai wilayah. Pemerintah disebut telah memperkuat dan merenovasi sejumlah unit produksi, serta membangun pabrik industri regional modern di sekitar seperlima wilayah negara dalam waktu relatif singkat. Capaian ini dinilai menjadi landasan penting bagi peningkatan kapasitas produksi dan kemajuan teknologi nasional.
Memasuki fase baru, Kim menyoroti pentingnya konsolidasi kualitatif, terutama pada sektor industri kunci. Ia juga mendorong pembangunan fondasi baru bagi industri ringan serta penyempurnaan sistem irigasi untuk memperkuat sektor pertanian.
Meski mengedepankan pendekatan bertahap, Kim menegaskan strategi tersebut bukan berarti perlambatan pembangunan. Target dalam rencana lima tahun terbaru justru dinilai lebih ambisius dibandingkan periode sebelumnya, dengan fokus pada peningkatan produksi secara berkelanjutan di seluruh sektor ekonomi.
Selain itu, pembangunan daerah menjadi agenda strategis. Korea Utara menargetkan pembangunan pabrik, rumah sakit, dan fasilitas rekreasi di 20 kota dan kabupaten setiap tahun.
Jika terealisasi, kebijakan ini diyakini akan mengubah lanskap ekonomi dan sosial di lebih dari separuh wilayah negara, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.














