Polri Perkuat Kesetaraan Gender Lewat Peran Polwan dalam Misi Perdamaian Dunia


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender melalui penguatan peran Polisi Wanita (Polwan) dalam misi perdamaian dunia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi kontribusi Indonesia dalam operasi internasional yang inklusif dan berkeadilan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Polri dengan delegasi United Nations Police Division yang dipimpin Faisal Shahkar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Faisal menegaskan bahwa peningkatan keterwakilan perempuan menjadi prioritas utama dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan kontribusi, termasuk dalam posisi kepemimpinan senior.

“Kami mendorong peningkatan keterwakilan perempuan, termasuk pada posisi senior leadership dalam misi PBB. Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih jauh dalam hal ini,” ujarnya.

Selain itu, UN Police juga membuka ruang pengembangan kapasitas bagi Polwan melalui berbagai program, termasuk pelatihan kepemimpinan seperti Female Commander Training, guna membangun jalur kepemimpinan perempuan di tingkat global.

Sebagai tindak lanjut, Polri terus memperkuat capacity building Polwan melalui pelatihan berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun melalui kerja sama internasional. Upaya ini ditujukan untuk memastikan kesiapan personel perempuan menghadapi tantangan tugas di wilayah konflik.

Wakil Kepala Polri Dedi Prasetyo menegaskan bahwa institusinya membuka ruang setara bagi Polwan untuk berperan tidak hanya di fungsi pendukung, tetapi juga dalam posisi operasional hingga kepemimpinan di misi internasional.

Salah satu capaian yang disorot adalah penugasan AKP Fajar Yuliyanto sebagai Gender-Based Violence Adviser dalam misi UNISFA, yang berfokus pada penanganan kekerasan berbasis gender dan perlindungan kelompok rentan di wilayah konflik.

Saat ini, Polri juga aktif mengirimkan personel dalam berbagai misi PBB, antara lain 140 personel Formed Police Unit (FPU) di MINUSCA serta 51 Individual Police Officer (IPO) yang tersebar di sejumlah misi, termasuk UNMISS, MONUSCO, UNFICYP, dan UNISFA di Abyei.

“Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan peran Polwan dalam misi internasional, termasuk melalui penguatan kapasitas, akses setara, serta peluang menduduki posisi strategis di tingkat global,” ujar Dedi.

Selain itu, Polri juga memperkuat jejaring internasional melalui keterlibatan aktif dalam International Association of Women Police, organisasi global yang berfokus pada pengembangan profesionalisme Polwan.

Sejak 2020, Polri aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan IAWP dan dijadwalkan menjadi tuan rumah IAWP Conference 2026 di Bali. Agenda tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Polwan Indonesia di kancah global.

Kolaborasi antara Polri, UN Police, dan IAWP sejalan dengan upaya global dalam meningkatkan jumlah dan kualitas personel perempuan dalam misi perdamaian. Pendekatan berbasis gender dinilai mampu meningkatkan efektivitas operasi sekaligus memperkuat aspek humanis dalam penanganan konflik.

Pertemuan ini menjadi langkah penting bagi Polri dalam memperluas kontribusi di tingkat internasional, dengan memastikan nilai kesetaraan, inklusivitas, dan profesionalisme Polwan menjadi bagian integral dalam setiap penugasan.