Densus 88 Gelar Talkshow di Polda Bali: Bentengi Pelajar dari Bahaya Radikalisme

JurnalPatroliNews – Denpasar – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui jajaran Densus 88 Antiteror terus masif melakukan upaya preventif dalam menanggulangi penyebaran paham radikal.

Kali ini, Polri menggelar Talkshow Pencegahan Terorisme yang menyasar ratusan pelajar di Provinsi Bali, bertempat di Gedung Presisi Polda Bali, Jumat (24/4).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat daya tangkal generasi muda terhadap infiltrasi ideologi radikal.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., serta Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si.

Dalam sesi pemaparan, para narasumber menekankan bahwa lingkungan pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mendeteksi dini masuknya paham ekstrem.

Pelajar diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya terorisme serta diajak untuk lebih bijak dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus konten digital.

Pelajar Sebagai Garda Terdepan

Mewakili Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K., menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak bisa dilakukan secara parsial.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama pelajar, sangat krusial dalam memutus mata rantai radikalisme.

“Pencegahan terorisme harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pelajar adalah garda terdepan dalam menjaga masa depan bangsa.

Melalui pendidikan, kita membangun imunitas bagi mereka agar berani menolak paham yang bertentangan dengan Pancasila,” ujar Brigjen Pol. I Made Astawa.

Literasi Digital dan Persatuan Nasional

Selain materi ideologi, para peserta juga dibekali kemampuan literasi digital. Hal ini bertujuan agar para siswa mampu mengidentifikasi konten-konten provokatif yang sering digunakan kelompok radikal untuk melakukan rekrutmen melalui media sosial.

Wamendukbangga Isyana Bagoes Oka menambahkan bahwa pembangunan keluarga dan lingkungan pendidikan yang harmonis merupakan fondasi utama untuk mencegah anak-anak terpapar radikalisme.

Ia mendorong para pelajar untuk berperan aktif sebagai duta perdamaian di lingkungan sekolah masing-masing.

Melalui talkshow ini, Polri berharap terbangun kesadaran kolektif untuk menjaga Bali sebagai wilayah yang aman, damai, dan harmonis.

Langkah nyata ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nasionalisme yang kuat demi keutuhan NKRI.