JurnalPatroliNews – Jakarta – Eskalasi kekerasan di Jalur Gaza kembali memuncak setelah rangkaian serangan militer Israel menewaskan sedikitnya 10 orang di berbagai titik pada Jumat (24/4). Di antara para korban jiwa, dilaporkan terdapat dua petugas polisi yang sedang bertugas saat serangan terjadi.
Distribusi korban tewas tersebar di tiga lokasi utama. Di Kota Gaza, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk dua personel kepolisian.
Sementara itu, di wilayah utara tepatnya di Beit Lahiya, dua warga tewas akibat tembakan tank. Adapun jumlah korban terbanyak ditemukan di Khan Younis, Gaza Selatan, dengan total lima korban jiwa.
Melansir laporan Reuters, pihak militer Israel telah mengonfirmasi pelaksanaan operasi di Kota Gaza dengan dalih menargetkan militan Hamas.
Namun, hingga saat ini otoritas militer Israel belum memberikan keterangan resmi terkait rincian serangan yang terjadi di Beit Lahiya maupun Khan Younis.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Gaza memberikan pernyataan bahwa serangan di Kota Gaza dan Khan Younis secara spesifik menyasar aparat kepolisian setempat.
Di Khan Younis, saksi mata dan petugas medis menyebutkan serangan udara menghantam kendaraan polisi yang tengah melintas di area padat dekat sebuah gedung pernikahan.
Peningkatan intensitas serangan terhadap personel polisi ini diduga berkaitan dengan upaya Israel untuk melumpuhkan struktur pemerintahan lokal yang masih dikelola oleh Hamas.
Israel menuding aparat kepolisian tersebut digunakan Hamas untuk mengonsolidasi kembali kekuasaan di wilayah-wilayah yang masih mereka kuasai.
Kondisi keamanan di Jalur Gaza tetap rapuh meski kesepakatan gencatan senjata telah diupayakan sejak Oktober 2025.
Data dari pejabat medis setempat menunjukkan bahwa sedikitnya 800 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Di pihak lawan, Israel melaporkan kehilangan empat tentaranya akibat serangan dari kelompok militan dalam periode yang sama.
Hingga saat ini, kedua belah pihak masih saling melontarkan tuduhan atas pelanggaran kesepakatan damai.
Otoritas kesehatan Gaza mencatat bahwa lebih dari 72 ribu warga telah tewas sejak konflik pecah pada Oktober 2023, di mana mayoritas korban merupakan warga sipil.
Sementara itu, serangan awal Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 menelan sekitar 1.200 korban jiwa berdasarkan data resmi pemerintah Israel.














