Hari Keenam Operasional Bandara Madinah, 72 Kloter Jemaah Haji RI Telah Tiba

JurnalPatroliNews – Jakarta – Operasional kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Madinah telah memasuki hari keenam pada Minggu (26/4).

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, melaporkan bahwa hingga Minggu pagi, sebanyak 72 kelompok terbang (kloter) telah mendarat dengan selamat, membawa total 28.004 jemaah haji asal Indonesia.

Kloter terakhir yang tercatat tiba pada periode ini adalah SOK 13 yang mendarat pukul 05.45 waktu setempat.

Dari keseluruhan jemaah yang sudah tiba, sebanyak 5.655 orang di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian dan pelayanan khusus sejak proses kedatangan di bandara hingga mobilisasi menuju pemondokan.

Abdul Basir memastikan bahwa seluruh jemaah yang mendarat hingga hari keenam telah diberangkatkan menuju hotel masing-masing di Kota Madinah.

Proses layanan di bandara diklaim berjalan lancar tanpa ada jemaah yang tertahan di terminal dalam waktu lama, meskipun petugas di lapangan harus menghadapi berbagai tantangan operasional.

Tingginya proporsi jemaah lansia menuntut kesiapsiagaan ekstra dari petugas Daker Bandara. Fasilitas pendukung seperti kursi roda, payung pelindung panas, hingga mobil golf dikerahkan secara optimal untuk membantu mobilitas para tamu Allah tersebut di area bandara yang luas.

Selain itu, proses administrasi seperti pemindaian visa juga memerlukan waktu lebih lama karena harus dilakukan secara individual.

Kendala komunikasi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan secara serius. Abdul Basir menyebutkan banyak jemaah, khususnya lansia dari daerah seperti Lombok, lebih fasih berkomunikasi menggunakan bahasa daerah.

Hal ini menuntut petugas untuk lebih sabar dan telaten dalam memberikan arahan serta pendampingan saat pemeriksaan paspor dan pemindaian visa.

Dari sisi kesehatan dan mobilitas transportasi, tercatat rata-rata terdapat sekitar 30 jemaah per kloter yang menggunakan kursi roda.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri saat proses menaikkan jemaah ke dalam bus menuju penginapan, mengingat waktu pelayanan di area bandara sangat terbatas dan diatur ketat oleh otoritas Arab Saudi.

Mekanisme pemberangkatan jemaah dari bandara menuju hotel mengikuti regulasi yang ketat. Jemaah diberangkatkan secara bertahap per bus setelah data mereka selesai diinput melalui sistem pemindaian visa. Perjalanan dari bandara ke area penginapan di Madinah sendiri memakan waktu sekitar 30 menit.

Pihak Daker Bandara memperkirakan puncak kedatangan jemaah haji Indonesia akan terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Saat ini, intensitas kedatangan masih berada di angka 18 kloter per hari dan diprediksi akan meningkat hingga mencapai 20 kloter setiap harinya saat memasuki fase puncak.