JurnalPatroliNews – Jakarta – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, memimpin langsung aksi kemanusiaan dengan meninjau masyarakat pengungsi asal Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (25/4) ini dipusatkan di Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Dalam kunjungannya, Dandim didampingi oleh personel Makodim 1714/PJ, Danpos Tirineri Yonif 743/PSY Lettu Inf Dodi Setiawan, serta disambut oleh Gembala Jemaat Tirineri, Pdt. Yandinus Telenggen.
Rombongan yang berangkat dari Makodim di Distrik Pagaleme tersebut tiba di lokasi dengan pengamanan ketat namun dalam suasana yang penuh kekeluargaan.
Letkol Inf Bagus Kurniawan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kondisi masyarakat yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.
Beliau menegaskan bahwa kehadiran TNI AD di tengah para pengungsi merupakan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab sosial satuan kewilayahan terhadap keluarga besar di Puncak Jaya.
“Tujuan kami datang ke sini adalah untuk menjenguk Bapak, Mama, dan anak-anak yang sedang mengungsi dari Distrik Sinak.
Kami membawa sedikit berkat sembako sebagai tanda kepedulian dari Kodim 1714/PJ,” ujar Letkol Inf Bagus Kurniawan saat memberikan sambutan.
Bantuan sembako diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat, Dianus Enumbi dan Yeli Walia.
Mewakili para pengungsi, Dianus Enumbi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan, serta berharap doa dan berkat Tuhan senantiasa menyertai seluruh personel TNI dalam menjalankan tugas.
Dandim menjelaskan bahwa pengungsian warga ini merupakan dampak lanjutan dari aksi kekerasan yang terjadi pada 14 April 2026 lalu di Kampung Kembru, Distrik Sinak.
Peristiwa tragis yang dipicu oleh pembakaran rumah serta penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen tersebut telah menimbulkan kerugian materiil, jatuhnya korban jiwa, hingga trauma mendalam bagi warga sipil.
Berdasarkan data terkini, tercatat sekitar 90 orang warga sedang mengungsi di Kampung Tirineri. Selain bantuan fisik, warga setempat melalui Neli Telenggen berharap agar situasi keamanan tetap kondusif sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang, terutama saat bekerja di kebun.
Kegiatan penyaluran bantuan ini berakhir dengan aman dan tertib sebagai bukti nyata komitmen negara hadir untuk melindungi masyarakat.














