JurnalPatroliNews – Gianyar – Pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan Bali United melawan PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta berlangsung aman, tertib, dan kondusif pada Senin (27/4).
Selain jalannya laga yang kompetitif, sinergi antara pihak kepolisian, panitia pelaksana, dan suporter menjadi faktor utama lancarnya acara tersebut.
Dalam laga yang disaksikan oleh sekitar 3.088 penonton, tuan rumah Bali United berhasil mengamankan poin penuh setelah menundukkan tamunya dengan skor akhir 2-0.
Kemenangan skuad Serdadu Tridatu dipastikan melalui sumbangan gol dari Diego de Jesus Campos pada menit ke-16 serta Irfan Jaya yang memperlebar keunggulan pada menit ke-78.
Guna menjamin keselamatan seluruh pihak, Polres Gianyar mengerahkan sebanyak 385 personel yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Gianyar.
Petugas ditempatkan secara tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari akses pintu masuk stadion guna pemeriksaan penonton, area tribun, hingga zona parkir kendaraan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Gianyar, Chandra C. Kesuma, menyatakan bahwa keberhasilan pengamanan kali ini merupakan hasil dari penerapan pola pengamanan maksimal yang tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para suporter kedua tim yang telah menunjukkan sikap dewasa dan tertib selama berada di dalam maupun di luar stadion.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan pola pengamanan pada setiap kegiatan publik yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Sinergitas lintas instansi disebut sebagai kunci utama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan sehingga setiap event olahraga di wilayah Gianyar dapat dinikmati dengan nyaman oleh masyarakat.
Seluruh rangkaian pengamanan dimulai dengan apel kesiapan personel pada siang hari sebelum pertandingan dimulai dan ditutup dengan apel konsolidasi setelah seluruh penonton meninggalkan area stadion.
Secara keseluruhan, tidak dilaporkan adanya insiden atau gangguan berarti selama berlangsungnya pertandingan hingga suporter kembali ke kediaman masing-masing.














