JurnalPatroliNews – BEKASI – Hampir 24 jam setelah insiden tabrakan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur, proses evakuasi rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang mengalami kerusakan parah masih terus berlangsung.
Pantauan di lokasi, petugas mulai melakukan pemotongan badan KRL menggunakan alat las sebagai langkah untuk mempercepat proses evakuasi dari jalur rel.
Rangkaian kereta yang rusak berat tersebut dipotong menjadi tiga bagian agar lebih mudah dipindahkan dan mempercepat normalisasi jalur pascakecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Langkah ini dilakukan karena kondisi badan kereta yang mengalami kerusakan cukup parah sehingga sulit dipindahkan dalam kondisi utuh.
Petugas di lapangan menyebutkan, proses pemotongan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua jam sejak dimulai.
Hingga pukul 20.25 WIB, aktivitas pemotongan badan kereta masih berlangsung dengan pengawasan ketat dari petugas gabungan yang berjaga di sekitar lokasi.
Sejumlah alat berat juga disiagakan untuk mendukung proses pengangkatan potongan badan kereta setelah pemotongan selesai dilakukan.
Selain itu, tim teknis terus melakukan koordinasi guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan jalur rel dapat segera digunakan kembali secara normal.
Insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut sebelumnya menyebabkan gangguan operasional perjalanan kereta di lintas Bekasi Timur dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Pihak terkait kini berupaya mempercepat penanganan agar aktivitas perjalanan kereta api dapat kembali berjalan lancar tanpa hambatan berkepanjangan.














