Silaturahmi Suporter Bekasi Bangun Persaudaraan, Tolak Tawuran dan Anarkisme

JurnalPatroliNews | Bekasi – Semangat persaudaraan dan sportivitas menjadi pesan utama dalam kegiatan Silaturahmi Lintas Suporter bertajuk “Bersatu dalam Sportivitas, Bersama Menjaga Kamtibmas” yang mempertemukan berbagai komunitas suporter dari Gunung Putri, Bantargebang, Pondok Gede, dan Mekarsari di Kota Bekasi.

Kegiatan yang digelar di Timber Soccer Field, Perumahan Raya, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, menjadi ruang mempererat hubungan antarkomunitas suporter sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Penggagas kegiatan, Saiful Anwar, menegaskan bahwa komunitas suporter memiliki tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar daripada sekadar memberikan dukungan kepada tim kesayangan di stadion.

“Kami ingin menunjukkan bahwa suporter bukan hanya hadir untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaan di stadion, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, serta ikut berkontribusi menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujar Saiful, Rabu (15/7/2026).

Bangun Komunikasi, Hilangkan Sekat Antar Suporter

Menurut Saiful, kegiatan lintas komunitas seperti ini menjadi langkah nyata untuk membangun komunikasi yang sehat sekaligus menghapus sekat-sekat yang selama ini kerap memicu kesalahpahaman maupun konflik antarsuporter.

Ia meyakini, semakin intensif komunikasi dibangun, semakin besar peluang terciptanya budaya sepak bola yang damai dan beradab.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai aktivitas olahraga yang bertujuan memperkuat solidaritas, menumbuhkan pola hidup sehat, serta membangun karakter suporter yang dewasa, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Sepak Bola Harus Menyatukan, Bukan Memecah

Saiful berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan di berbagai daerah sebagai bagian dari gerakan membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih positif.

Ia mengajak seluruh komunitas suporter untuk menjadikan perbedaan identitas klub sebagai bagian dari dinamika olahraga, bukan alasan untuk bermusuhan.

“Sepak bola seharusnya menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Mari kita jadikan sportivitas sebagai budaya dan persatuan sebagai kekuatan untuk memajukan sepak bola Indonesia,” katanya.

Suporter Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Lebih jauh, Saiful menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas suporter dan generasi muda.

Ia mengingatkan pentingnya menjauhkan diri dari berbagai perilaku negatif yang berpotensi merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, tawuran, tindakan anarkis, hingga penyebaran ujaran kebencian.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan olahraga, pembinaan karakter, dan aktivitas sosial merupakan langkah nyata dalam membangun lingkungan yang aman, harmonis, dan produktif.

“Kami mengimbau seluruh suporter Indonesia agar menjauhi narkoba, minuman keras, tawuran, dan segala bentuk tindakan anarkis. Mari mengisi waktu dengan kegiatan positif, memperkuat persaudaraan, menjaga kedamaian, serta bersama-sama menciptakan sepak bola Indonesia yang aman, damai, bermartabat, dan berprestasi,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, komunitas suporter diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus menjadi pelopor persatuan melalui olahraga sehingga sepak bola Indonesia berkembang menjadi ruang yang inklusif, aman, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat.

Komentar