JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan kritik tajam terhadap tindakan blokade yang dilakukan Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) di kawasan Selat Hormuz.
Pezeshkian menegaskan bahwa aksi pencegatan kapal-kapal tersebut bukan sekadar prosedur keamanan, melainkan bentuk nyata dari perpanjangan operasi militer.
“Dunia menjadi saksi bagaimana Iran telah berupaya toleran dan membuka pintu bagi rekonsiliasi. Namun, tindakan seperti blokade laut ini jelas merupakan perpanjangan dari operasi militer,” tegas Pezeshkian melalui laporan AFP, Jumat (1/5/2026).
Pezeshkian menambahkan bahwa tekanan yang dialami negaranya saat ini adalah konsekuensi dari upaya Iran dalam mempertahankan kemerdekaan nasional.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi Selat Hormuz yang kian dinamis pasca-kegagalan dialog diplomatik antara kedua negara di Islamabad, Pakistan, yang berakhir tanpa titik temu.
Kondisi terkini di jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut dilaporkan sepi dan nyaris tidak ada aktivitas pelayaran komersial normal. Di sisi lain, Iran terus memobilisasi kapal-kapal tangkernya yang bermuatan jutaan barel minyak.
Pantauan lapangan menunjukkan konsentrasi kapal-kapal tersebut berkumpul di lepas pantai Kharg dan di wilayah Chabahar, dekat perbatasan Pakistan.
Konsentrasi armada ini terjadi menyusul tindakan tegas Angkatan Laut AS yang mencegah kapal-kapal terkait Iran keluar dari Teluk Oman.
Insiden terbaru mencatat pasukan Amerika mencegat kapal M/V Sevan yang berstatus terkena sanksi di Laut Arab pada Sabtu lalu. Langkah ini menambah panjang daftar kapal yang dipaksa putar balik atau menjalani pemeriksaan ketat di perairan Asia selama sepekan terakhir.












