Austria Usir 3 Diplomat Rusia: Dugaan Spionase via Internet Satelit Terungkap

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Austria mengambil langkah diplomatis tegas dengan mengusir tiga diplomat Rusia yang bertugas di Wina, Senin (4/5/2026).

Keputusan ini diambil setelah adanya bukti kuat yang mengarah pada aktivitas spionase yang dilakukan oleh staf Kedutaan Besar Rusia.

Kementerian Luar Negeri Austria menyatakan bahwa pengusiran ini merupakan bentuk reaksi keras terhadap penyalahgunaan status diplomatik.

Berdasarkan informasi intelijen yang diterima pemerintah setempat, terdapat instalasi perangkat komunikasi di atap Kedutaan Besar Rusia yang diduga kuat digunakan untuk pengumpulan data secara ilegal.

Sasaran pengambilan data tersebut disinyalir adalah sejumlah organisasi internasional yang bermarkas di Wina. Aktivitas ini dilakukan melalui jaringan internet satelit untuk memantau lalu lintas data digital di sekitar kawasan diplomatik.

Menteri Luar Negeri Austria, Beate Meinl-Reisinger, menegaskan bahwa spionase merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional. Ia menyebut pemerintah saat ini telah memulai perubahan strategi yang lebih konsisten dan berani dalam menindak setiap upaya mata-mata asing di wilayahnya.

Menurut Meinl-Reisinger, pihaknya sudah mengomunikasikan keberatan ini kepada pihak Rusia sejak April lalu, termasuk menyoroti banyaknya antena yang terpasang di gedung misi Rusia. Ia menegaskan bahwa kekebalan diplomatik tidak boleh dijadikan tameng untuk melakukan aktivitas yang melanggar hukum dan kedaulatan negara tuan rumah.

Wina sendiri merupakan pusat aktivitas diplomasi global karena menjadi tuan rumah bagi organisasi besar seperti Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE). Saat ini, tercatat ada sekitar 220 staf yang bertugas di Kedutaan Besar Rusia di Austria.

Insiden ini menambah panjang daftar ketegangan antara kedua negara. Sejak pecahnya invasi Rusia ke Ukraina, Austria tercatat telah mengusir belasan staf diplomatik Rusia karena alasan serupa, menandakan pergeseran kebijakan luar negeri Austria yang kini lebih proaktif dalam menangkal pengaruh intelijen asing.