Bos BI Bungkam, Rupiah Kembali Jebol Rp17.437 per Dolar AS Siang Ini


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memilih irit bicara saat ditanya mengenai anjloknya nilai tukar rupiah yang kembali menembus level terlemah sepanjang sejarah di atas Rp17.400 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Momen tersebut terjadi usai pertemuan antara Perry Warjiyo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya, Selasa (5/5/2026).

Saat dicegat awak media dan dimintai tanggapan terkait pelemahan rupiah, Perry tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia hanya melambaikan tangan sambil mengucapkan terima kasih sebelum masuk ke dalam mobil dinasnya.

“Terima kasih, terima kasih,” ujar Perry Warjiyo singkat.

Setelah peristiwa tersebut, tekanan terhadap mata uang Garuda terus berlanjut. Rupiah kembali melemah dan menyentuh rekor baru di level Rp17.437 per Dolar AS.

Mengutip data Bloomberg pada pukul 13.25 WIB, pelemahan tersebut tercatat sebesar 0,25 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Sebelumnya, pada perdagangan pagi hari, rupiah juga telah tertekan sebesar 0,23 persen dan berada di level Rp17.420 per Dolar AS.

Pelemahan ini menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, serta sentimen pasar terhadap arah kebijakan suku bunga internasional.

Hingga kini, Bank Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah lanjutan untuk meredam volatilitas nilai tukar rupiah di pasar keuangan domestik.