Pemerintah Kucurkan Rp14 Triliun untuk Revitalisasi 71 Ribu Sekolah pada 2026


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Pemerintah menargetkan program revitalisasi sekolah menjangkau 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp14 triliun. Program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemerataan kualitas pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan perluasan sasaran revitalisasi sekolah merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Direncanakan ada penambahan sasaran sekitar 60.000 satuan pendidikan. Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan itu, sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” kata Mu’ti dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Mu’ti menjelaskan pelaksanaan program revitalisasi untuk tahun 2026 mulai berjalan. Pemerintah disebut telah menyelesaikan ribuan perjanjian kerja sama dengan sekolah penerima bantuan dan mulai menyalurkan anggaran ke sejumlah daerah.

“Sekarang ini kami sudah mulai melaksanakan dalam tahun 2026 itu telah diselesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan serta penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah menetapkan prioritas utama revitalisasi bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam, baik di wilayah Sumatera maupun daerah lain di Indonesia.

Selain sekolah terdampak bencana, pemerintah juga memprioritaskan satuan pendidikan di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk mendapatkan bantuan revitalisasi.

“Pada tahun 2026 revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak sebagai dampak dari bencana. Sekolah-sekolah yang terdampak dari bencana alam baik yang di Sumatera maupun di wilayah lain di Indonesia,” kata Mu’ti.

Ia menambahkan, sekolah dengan kondisi kerusakan berat tetap akan menjadi prioritas meski tidak berada di wilayah bencana ataupun kawasan 3T.

“Sekolah-sekolah di daerah 3T dan sekolah yang memang rusak berat, walaupun bukan di daerah bencana, bukan pula karena 3T, tapi yang rusak berat itu kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun 2026,” tuturnya.