JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara resmi menyepakati gencatan senjata sementara dengan Rusia guna menghormati peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) Rusia atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II yang jatuh pada 9 Mei.
Melalui keterangan resmi di situs kepresidenan, Zelensky memerintahkan seluruh jajaran militernya untuk tidak melancarkan serangan dalam bentuk apa pun ke area Lapangan Merah, Moskow, selama durasi parade militer berlangsung.
Langkah ini diambil guna menjamin keamanan di lokasi terbuka yang biasanya dipadati ribuan prajurit dan pameran alutsista canggih tersebut.
Selain penghentian serangan selama parade, Zelensky mengonfirmasi adanya kesepakatan negosiasi yang mencakup periode gencatan senjata mulai tanggal 9 hingga 11 Mei 2026.
Salah satu poin krusial dalam negosiasi ini adalah kesepakatan pertukaran tawanan perang dengan format satu banding satu, yang melibatkan total 2.000 personel dari kedua belah pihak.
Momentum ini dianggap sebagai jeda kemanusiaan yang signifikan di tengah meningkatnya intensitas serangan drone Ukraina ke wilayah Moskow dalam beberapa bulan terakhir.
Pihak Kremlin melalui Penasihat Hubungan Luar Negeri, Yuri Ushakov, turut mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut. Rusia menyebut bahwa langkah diplomasi ini berhasil terwujud berkat inisiatif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kesepakatan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan sesaat di tengah tradisi tahunan Rusia yang selalu memperingati hari bersejarah tersebut dengan kemegahan militer di pusat kota Moskow.












