JurnalPatroliNews – Jakarta – Komitmen menjaga kelestarian hayati dan keamanan wilayah perairan terus diperkuat oleh jajaran TNI Angkatan Laut. Tim Khusus (Timsus) Lanal Labuan Bajo bekerja sama dengan Polres Manggarai Barat dan BKSDA Labuan Bajo berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan ekor burung lokal di Pelabuhan Pelindo Multipurpose Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (8/5).
Dalam operasi pemeriksaan rutin tersebut, petugas gabungan mencurigai sebuah truk ekspedisi rute Flores–Jawa.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan pemandangan memprihatinkan: sekitar 1.000 ekor burung Pleci (Zosterops), 34 ekor burung Samyong atau Kancilan Flores (Pachycephala nudigula), serta 54 ekor burung Decu Belang berjejal dalam puluhan kotak kayu tanpa ventilasi yang memadai.
Pemeriksaan awal memastikan bahwa pengiriman ribuan satwa tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi.
Praktik ini diduga kuat melanggar UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Komandan Lanal Labuan Bajo, Letkol Laut (P) Aan Harminanto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk dukungan nyata Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) VII dalam strategi besar pengamanan wilayah timur Indonesia.
“TNI AL berkomitmen penuh memperkuat sinergitas antar-instansi guna menutup rapat celah jalur penyelundupan ilegal.
Perlindungan terhadap kekayaan hayati adalah prioritas nasional. Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik perdagangan satwa liar ilegal yang merusak ekosistem endemik NTT,” tegas Letkol Aan.
Seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada pihak Karantina Pertanian Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis dan proses lebih lanjut.
Saat ini, koordinasi lintas instansi masih terus dilakukan guna mendalami identitas pelaku dan aktor intelektual di balik upaya penyelundupan ini agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Aksi cepat ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pemberantasan segala bentuk kegiatan ilegal di laut dan wilayah kerja TNI AL.














