JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Kesehatan Inggris bergerak cepat mengamankan kepulangan 24 warga negaranya yang berada di dalam kapal pesiar Belanda, MV Hondius, menyusul laporan merebaknya wabah Hantavirus di atas kapal tersebut.
Setibanya di Inggris, puluhan orang tersebut akan langsung ditempatkan di sebuah rumah sakit isolasi khusus yang sebelumnya pernah digunakan untuk menangani pasien COVID-19.
Saat ini, kapal MV Hondius masih berlabuh di Kepulauan Canary, Spanyol, dengan total 150 penumpang dan kru yang menunggu proses evakuasi menuju negara masing-masing.
Di antara kerumunan tersebut, terdapat 24 warga Inggris yang terdiri dari penumpang dan awak kapal, serta dua warga negara Irlandia. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, kelompok warga Inggris tersebut belum menunjukkan gejala klinis terkait Hantavirus.
Lembaga Kesehatan Inggris (NHS) menyatakan bahwa prosedur ini dijalankan sesuai arahan Badan Keamanan Kesehatan Inggris.
Begitu mendarat, para penumpang akan langsung dibawa ke fasilitas medis untuk menjalani tinjauan kesehatan menyeluruh dan serangkaian tes laboratorium guna memastikan mereka tidak membawa virus tersebut ke daratan Inggris.
Wabah di kapal MV Hondius menjadi perhatian dunia setelah dilaporkan adanya tiga korban jiwa, yakni sepasang suami istri asal Belanda dan seorang perempuan warga negara Jerman.
Hantavirus sendiri dikenal sebagai penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, baik melalui kontak langsung maupun partikel udara yang terkontaminasi kotoran hewan tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengonfirmasi terdapat enam kasus positif dari total delapan kasus suspek yang ditemukan di atas kapal. Kapal yang memulai pelayarannya dari Tanjung Verde ini telah mengevakuasi para pasien yang terinfeksi pada awal pekan lalu sebelum akhirnya diizinkan bersandar.
Kapal diperkirakan tiba di Tenerife, Spanyol, pada Minggu dini hari antara pukul 03.00 hingga 05.00 GMT. Janelle Holmes, pejabat senior NHS, menegaskan bahwa skrining ketat akan dilakukan sebelum para penumpang diberangkatkan kembali ke Inggris.
Ia juga menambahkan bahwa hanya mereka yang benar-benar bebas gejala yang akan dipindahkan ke fasilitas isolasi di Inggris sebagai langkah pencegahan.
Meskipun risiko penularan antarmanusia dinilai rendah, NHS tetap mengambil langkah preventif maksimum.
Publik diminta tetap tenang karena seluruh rangkaian perjalanan ini berada dalam kontrol ketat langkah-langkah pengendalian infeksi berstandar internasional demi menjamin keamanan publik di Inggris.














