Keterbatasan Bukan Penghalang: Aksi Haru Warga Disabilitas Bangun Jembatan Bersama TNI

JurnalPatroliNews – Jakarta – Proses pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Windunegara, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, menorehkan kisah inspiratif yang menyentuh hati.

Di tengah deru pembangunan infrastruktur inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto tersebut, muncul sosok Suparji, seorang warga penyandang disabilitas yang ikut terjun langsung bergotong royong bersama prajurit TNI, Kamis (16/4).

Meski memiliki keterbatasan fisik pada kedua tangannya, Suparji tidak absen dalam memberikan kontribusi bagi desanya.

Dengan penuh ketulusan, ia berbaur bersama personel Kodim 0701/Banyumas dan warga lainnya untuk mengerjakan berbagai tugas yang mampu dilakukannya di bawah terik matahari.

Kehadirannya menjadi potret nyata bahwa kondisi fisik bukanlah penghalang untuk berbakti kepada masyarakat.

Keteguhan Suparji memicu rasa haru sekaligus kekaguman luar biasa dari para prajurit dan warga di lokasi.

Semangat yang ia tunjukkan menjadi suntikan motivasi tambahan bagi personel TNI untuk segera merampungkan akses penghubung yang vital bagi mobilitas warga tersebut.

Jembatan Garuda Merah Putih ini diproyeksikan menjadi urat nadi penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Namun, lebih dari sekadar infrastruktur fisik, proses pengerjaannya telah menjadi wadah penguatan nilai kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Pihak Kodim 0701/Banyumas menyatakan bahwa sosok Suparji adalah pengingat bahwa pengabdian sosial lahir dari ketulusan hati.

Melalui sinergi ini, Jembatan Garuda diharapkan tidak hanya menghubungkan wilayah secara geografis, tetapi juga menjadi simbol abadi perjuangan dan semangat gotong royong masyarakat Banyumas dalam membangun negeri