Cek Rumah Sakit Sumber Waras, Polsek Kebon Jeruk Belum Temukan Data Korban Begal Model Wanita

JurnalPatroliNews – Jakarta – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kebon Jeruk, Polres Metro Jakarta Barat, bergerak cepat merespons peredaran informasi di media sosial mengenai adanya seorang model wanita yang dikabarkan berada dalam kondisi kritis akibat menjadi korban aksi pembegalan jalanan.

Berdasarkan narasi yang beredar luas di jagat maya, korban diduga kuat dihadang oleh kawanan begal sesaat setelah menyelesaikan agenda pemotretan atau photoshoot dan sedang dalam perjalanan pulang.

Guna memastikan kebenaran dari informasi yang terlanjur menyita perhatian publik tersebut, unit reserse kriminal langsung diterjunkan untuk menggelar proses penyelidikan intensif di lapangan.

Kendati demikian, hingga saat ini pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa baik korban maupun pihak keluarga belum melayangkan dokumen laporan resmi terkait tindak pidana tersebut ke markas kepolisian setempat.

Sebagai langkah penelusuran awal, petugas kepolisian juga tercatat telah menyambangi dan mengecek langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang berada di sekitar area wilayah hukum Jakarta Barat.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha Ferdianto, memaparkan bahwa berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, korban pembegalan tersebut diklaim tengah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Sumber Waras.

Merespons petunjuk tersebut, timnya langsung bergerak melakukan pengecekan data pasien ke rumah sakit yang dimaksud, namun petugas tidak menemukan adanya data pasien masuk atas nama korban.

Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa tidak ada korban tindak kejahatan jalanan yang dilarikan ke sana dalam kurun waktu tersebut.

Polisi Intensifkan Patroli dan Cari Akun Pengunggah Berdasarkan silsilah informasi yang didalami oleh pihak kepolisian, peristiwa dugaan pembegalan tersebut disinyalir terjadi pada Sabtu malam, 16 Mei.

Menanggapi lini masa tersebut, Kompol Nur Aqsha menyebutkan bahwa pada malam yang dimaksud, jajaran personel Polsek Kebon Jeruk sebenarnya rutin melaksanakan operasi patroli wilayah berskala mikro secara berkala hingga menjelang waktu pagi hari, dan sepanjang patroli tersebut petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda insiden kriminalitas seperti yang dikabarkan.

Meskipun demikian, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan kebenaran kasus ini secara mutlak mengingat titik koordinat lokasi pasti serta waktu riil dari peristiwa penyerangan tersebut masih belum dapat dipastikan secara objektif. Oleh sebab itu, rangkaian proses penyelidikan mendalam hingga saat ini dipastikan akan terus berjalan.

Demi menguak fakta hukum yang sebenarnya di balik kabar viral ini, Kapolsek Kebon Jeruk mengeluarkan imbauan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat, kelompok saksi mata, maupun pihak keluarga yang mengetahui informasi otentik mengenai kronologi kejadian serta keberadaan riil korban untuk segera menghubungi pihak kepolisian.

Kompol Nur Aqsha menegaskan bahwa status perkara ini masih dalam tahap lidik atau penyelidikan. Pihak kepolisian juga sedang berupaya keras untuk membangun komunikasi dan menghubungi akun media sosial pertama yang mengunggah serta memberitakan kabar tersebut, dengan harapan pihak keluarga atau pihak-pihak yang mengetahui keberadaan korban dapat segera memberikan keterangan klarifikasi secara transparan kepada penyidik.