JurnalPatroliNews – Jakarta – Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban pencegatan dan penculikan oleh pasukan militer Israel di perairan internasional wilayah selatan Siprus dilaporkan terus bertambah.
Laporan terbaru dari organisasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebutkan bahwa total WNI yang kini berstatus tertahan telah mencapai sembilan orang.
Kesembilan warga negara tersebut diketahui merupakan bagian dari delegasi relawan kemanusiaan yang tergabung dalam pelayaran armada internasional Global Sumud Flotilla, dengan tujuan akhir mengantarkan bantuan ke Jalur Gaza, Palestina.
Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandi, pada Selasa (19/5) malam memberikan pembaruan informasi untuk meralat data manifestasi sebelumnya.
Harfin menjelaskan bahwa awalnya pihak GPCI baru mengantongi konfirmasi sebanyak tujuh orang WNI yang diduga kuat diculik oleh Israel.
Namun, penambahan jumlah data terbaru mencuat setelah tim koordinasi pusat menerima informasi lebih lanjut terkait nasib dua orang relawan tambahan.
Harfin mengonfirmasi bahwa Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo yang merupakan perwakilan dari GPCI turut mengalami intersep atau pencegatan oleh pasukan Israel saat keduanya tengah berada di atas armada kapal Kasri Sadabat atau Kasr-1.
Berdasarkan keterangan resmi dan pendataan mutakhir yang dirilis oleh pihak GPCI, kesembilan WNI yang tergabung dalam misi pelayaran solidaritas tersebut tersebar di lima kapal yang berbeda.
Dari manifestasi penumpang di kapal Ozgurluk, terdapat jurnalis Republika Thoudy Badai, jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo Nugroho, serta Rahendro Herubowo.
Khusus untuk nama Rahendro, Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono telah mengeluarkan klarifikasi terpisah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah mengundurkan diri atau resign dari iNews sejak bulan Agustus tahun 2022 lalu.
Sementara itu, jurnalis Republika lainnya, Bambang Noroyono, dilaporkan berada di atas armada kapal Boralize. Kemudian, seorang aktivis bernama Andi Angga tercatat bermanuver bersama kapal Josef.
Dua aktivis lainnya, yakni Herman Budiyanto Sudarsono dan Ronggo Wirasano, terkonfirmasi ikut dicegat saat berlayar menumpangi kapal Zafiro.
Daftar penahanan tersebut kemudian disusul oleh dua anggota GPCI yang baru saja terkonfirmasi, yakni Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo, yang ditahan dari kapal Kasr-1.
Pihak GPCI dan otoritas terkait di Jakarta kini terus mengupayakan koordinasi intensif guna memastikan keselamatan serta menuntut pembebasan kesembilan relawan kemanusiaan tersebut dari tangan militer Israel.














