JurnalPatroliNews – RABAT — Madagaskar kembali menegaskan dukungannya terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Maroko terkait isu Sahara, sekaligus memperkuat dukungan internasional terhadap rencana otonomi Sahara di bawah kedaulatan Kerajaan Maroko.
Sikap tersebut disampaikan dalam komunike bersama usai pertemuan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Warga Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita, dengan Menteri Luar Negeri Republik Madagaskar, Alice N’Diaye, di Rabat.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Rabu (20/5/2026), Madagaskar menegaskan komitmennya terhadap prinsip integritas teritorial negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Republik Madagaskar, yang berkomitmen pada prinsip integritas teritorial Negara Anggota PBB, telah menyatakan dukungannya terhadap penghormatan kedaulatan Kerajaan Maroko dan integritas teritorialnya,” demikian bunyi komunike bersama tersebut.
Selain itu, Madagaskar juga mendukung peran eksklusif Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam proses penyelesaian sengketa Sahara, termasuk langkah-langkah yang dilakukan Sekretaris Jenderal PBB beserta utusan pribadinya untuk mencapai solusi politik yang berkelanjutan.
Dalam komunike itu, Madagaskar turut menyambut baik adopsi Resolusi 2797 Dewan Keamanan PBB yang menilai otonomi di bawah kedaulatan Maroko sebagai salah satu solusi paling realistis dalam penyelesaian konflik Sahara.
“Dalam semangat ini, Republik Madagaskar menyambut baik diadopsinya Resolusi 2797 oleh Dewan Keamanan PBB yang menegaskan bahwa ‘otonomi sejati di bawah kedaulatan Maroko dapat menjadi salah satu solusi yang paling layak,’” lanjut pernyataan tersebut.
Madagaskar juga menyatakan dukungan terhadap Inisiatif Otonomi Maroko yang dinilai sejalan dengan konsensus internasional yang terus berkembang terkait penyelesaian sengketa Sahara.
Posisi tersebut disebut memperkuat dinamika diplomasi internasional yang selama ini didorong oleh Raja Mohammed VI dalam memperluas dukungan global terhadap rencana otonomi Sahara di bawah kedaulatan Maroko.














