Antisipasi Pelanggaran Wilayah Udara, Tim Gabungan TNI AU Gelar Simulasi Penangkapan Awak Pesawat Asing

JurnalPatroliNews – Makasar – Guna mendongkrak tingkat kesiapsiagaan sekaligus mengasah ketajaman unsur Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Wilayah Udara, Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Hasanuddin menggelar latihan taktis penanganan pasca-pemaksaan mendarat

Agenda berskala besar ini merupakan bagian integral dari peta rangkaian Latihan Kesiagaan II Kodau II dengan sandi Sikatan Daya 2026 yang dipusatkan di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin pada Senin

Dalam skenario manuver lapangan tersebut, sistem radar mendeteksi adanya pergerakan satu unit pesawat asing ilegal dengan sandi udara Lasa X yang nekat menerobos masuk ke dalam perimeter ruang udara nasional tanpa izin resmi

Merespons pelanggaran fatal tersebut, jet tempur taktis TNI AU langsung dikerahkan untuk melakukan intersepsi di langit hingga berhasil memaksa armada asing itu mendarat darurat di landasan pacu pangkalan

Segera setelah roda pesawat asing menyentuh aspal dan berhenti sempurna di area isolasi khusus, unsur Pertahanan Pangkalan bersama tim elite Korpasgat, Satpom, serta Intelpam langsung melakukan pengepungan bersenjata lengkap

Tahapan sterilisasi awal diambil alih oleh pasukan Korpasgat yang merangsek masuk ke dalam kabin utama guna melumpuhkan segala potensi ancaman sabotase maupun keberadaan barang berbahaya

Setelah situasi dinyatakan kondusif, giliran tim penyidik Satpom bersama Intelpam yang naik ke atas pesawat untuk melakukan penggeledahan fisik serta screening dokumen administrasi terhadap seluruh awak pesawat

Usai proses pemeriksaan darurat di lapangan selesai, seluruh kru armada asing tersebut dikawal ketat menuju posko crisis center guna menjalani interogasi mendalam oleh tim gabungan lintas kementerian

Sementara itu, penanganan berkas perkara atas dugaan pelanggaran hukum internasional tersebut sepenuhnya diambil alih oleh penyidik internal TNI AU guna pemenuhan alat bukti sebelum dilimpahkan ke meja hijau

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb Vincentius Endy Hadi Putra, menjelaskan bahwa simulasi berkala ini memegang peranan krusial dalam memperkuat otot pertahanan udara nasional di wilayah timur

Ia menekankan bahwa eksekusi penanganan pasca-pemaksaan mendarat menuntut adanya kecepatan merespons, akurasi komando, serta keterpaduan gerak yang solid antar-satuan di lapangan

Melalui wadah latihan ini, seluruh jajaran personel diharapkan mampu menguasai tugas pokok fungsi masing-masing secara matang agar setiap tindakan hukum di lapangan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional

Lebih jauh, Kolonel Vincentius memaparkan bahwa gelaran Sikatan Daya 2026 ini sekaligus menjadi alat ukur yang valid untuk menguji keandalan sistem kendali serta efektivitas pola koordinasi lintas instansi negara

Melalui keberhasilan latihan ini, Lanud Sultan Hasanuddin terus memperkokoh kapasitas operasional serta interoperabilitas sebagai salah satu pangkalan udara paling strategis di bawah kibaran bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia

Jalannya simulasi tempur dan penegakan hukum ini turut dipantau dan dievaluasi langsung oleh Pangkodau II Marsda TNI M Untung Suropati bersama Pangkoopsau Marsda TNI Djoko Hadipurwanto serta deretan pejabat teras militer lainnya

Komentar