Bantah Terjadi di Lokasari, Kapolsek Taman Sari Sebut Video Viral Eksploitasi Anak Masih Diselidiki

JurnalPatroliNews – Jakarta – Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bergerak cepat menyelidiki dugaan praktik prostitusi anak yang dilaporkan terjadi di kawasan Lokasari, Kecamatan Taman Sari, usai potongan videonya viral di berbagai platform media sosial

Kapolsek Taman Sari, Kompol Bobby Mochammad Zulfikar, menyatakan bahwa rekaman video terbaru yang menghebohkan publik tersebut saat ini sudah masuk dalam radar penanganan intensif oleh jajaran penyidik

Berdasarkan narasi liar yang beredar luas di jagat maya, rekaman visual itu diduga kuat diambil secara sembunyi-sembunyi oleh seorang pelancong pria asal Jepang pada medio April dua ribu dua puluh enam di sekitar kawasan hiburan Lokasari

Dalam unggahan yang memicu kecaman publik tersebut, tampak indikasi kuat adanya praktik perdagangan anak di bawah umur yang ditawarkan secara vulgar oleh sejumlah oknum muncikari kepada para pelanggan asing

Melalui rekaman suara yang terdengar jelas, para pelaku eksploitasi tersebut terdengar saling berteriak menjajakan korban dengan iming-iming kata berusia tujuh belas tahun dan masih perawan kepada sang perekam video

Kompol Bobby menegaskan bahwa tahapan proses hukum saat ini masih berada dalam fase penyelidikan mendalam oleh tim gabungan di lapangan

Pihak otoritas keamanan juga membeberkan fakta bahwa aduan serupa sempat diterima beberapa minggu lalu, namun setelah dilakukan proses konfirmasi dan pelacakan fisik, laporan terdahulu dinyatakan sama sekali tidak terbukti

Meskipun narasi dalam video secara spesifik mengarah pada kawasan Lokasari, Bobby meluruskan bahwa titik koordinat visual dalam rekaman tersebut sebenarnya berada di wilayah Mangga Besar dan bukan di dalam kompleks perumahan atau pertokoan Lokasari

Guna mempercepat pengumpulan alat bukti, korps baju cokelat telah melakukan pemanggilan dan meminta keterangan resmi dari pengurus lingkungan tingkat RT dan RW hingga pihak manajemen pengelola kawasan

Berdasarkan hasil olah data awal dan kesaksian para tokoh masyarakat setempat, mereka secara kompak menyatakan tidak menemukan adanya aktivitas haram berupa prostitusi anak di lokasi yang dituduhkan

Pihak pengurus lingkungan juga mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang menegaskan dukungan penuh kepada polisi untuk mengusut tuntas penyebar video, sekaligus menolak keras wilayah mereka dijadikan sarang eksploitasi seksual

Di sisi lain, pergerakan taktis juga dilakukan oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Jakarta Barat yang langsung mengawal kasus ini dari sudut pandang perlindungan anak

Kepala Sudis PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanthy, memastikan bahwa pihaknya telah membangun jembatan koordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat

Kasus ini kini menjadi atensi utama pimpinan daerah dan penyelidikan terus dikembangkan guna mencari tahu keaslian video serta melacak sosok pengunggah pertama yang mengeklaim telah mengantongi bukti otentik eksploitasi tersebut

Komentar