JurnalPatroliNews – Cianjur – Kabar duka sekaligus mencurigakan menyelimuti warga Kampung Sindangsari, Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pasca-penemuan jasad seorang gadis remaja berinisial SH yang baru menginjak usia enam belas tahun
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan mulut mengeluarkan busa di dalam kamar rumahnya, di mana belakangan diketahui bahwa ayah tiri korban berinisial O memiliki rekam jejak pernah merantau untuk bekerja di Kamboja
Kepala Desa Ciramagirang, Sulaeman Efendi, memberikan konfirmasi bahwa almarhumah merupakan seorang siswi yang baru duduk di bangku kelas sepuluh Sekolah Menengah Kejuruan
Anak gadis tersebut merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan bertindak sebagai kakak dari dua orang adik laki-laki yang masih belia, di mana salah satunya duduk di kelas lima Sekolah Dasar dan yang bungsu masih menempuh pendidikan PAUD
Selama ini mereka bertumpu hidup dan tinggal bersama sang ayah tiri, sementara ibu kandung korban saat ini posisinya sedang merantau menjadi pekerja migran di negara Arab Saudi
Pihak pamong desa mengaku tidak mengetahui secara mendalam mengenai jenis pekerjaan maupun sektor korporasi yang dijalani oleh pria berinisial O tersebut selama merantau di Kamboja
Sulaeman memaparkan bahwa runtutan peristiwa kelam ini pertama kali terendus setelah dirinya menerima laporan darurat yang dilayangkan oleh warga pemukiman sekitar
Mendapat aduan tersebut, sang kepala desa langsung meluncur ke lokasi kejadian dan mendapati adanya sejumlah indikasi serta tanda-tanda fisik ketidakwajaran pada tubuh korban saat pertama kali ditemukan
Melihat adanya kejanggalan yang mengarah pada dugaan tindak pidana, pihak perangkat desa langsung mengambil langkah cepat dengan melaporkan temuan tersebut ke kantor kepolisian terdekat
Anehnya, pasca-insiden maut tersebut mencuat, keberadaan ayah tiri korban mendadak misterius dan dilaporkan menghilang dari lingkungan tempat tinggalnya sehingga memicu proses pencarian oleh aparat
Hingga saat ini, pihak desa maupun tetangga belum mengetahui secara pasti ke mana perginya pria tersebut serta belum berani menyimpulkan apakah ada keterkaitan langsung dengan kematian korban
Polisi Temukan Tanda Kekerasan dan Masih Memburu Ayah Tiri
Di tempat terpisah, aparat penegak hukum dari Kepolisian Resor Cianjur membenarkan bahwa mereka tengah gencar melakukan penelusuran guna mengendus keberadaan ayah tiri korban
Fokus penyelidikan ini menjadi atensi setelah polisi menemukan fakta lapangan bahwa korban tidak hanya mengalami mulut berbusa, melainkan juga didapati mengeluarkan bercak darah pada bagian alat kelaminnya
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, menegaskan bahwa segenap jajaran penyidik satreskrim sedang bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam di tempat kejadian perkara
Selain mengejar keberadaan pria yang menghilang tersebut, pihak penyidik juga menegaskan bahwa mereka masih menunggu rilis dokumen resmi hasil autopsi dari tim dokter forensik RSUD Sayang
Otoritas hukum berjanji akan terus menggali keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti agar tabir penyebab kematian siswi SMK di Cianjur ini dapat segera terungkap secara terang benderang









Komentar