JurnalPatroliNews – Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menunjukkan komitmen sosial yang tinggi dalam menyambut datangnya Hari Raya Iduladha seribu empat ratus empat puluh tujuh Hijriah melalui penyaluran puluhan ekor hewan kurban.
Langkah nyata tersebut diwujudkan lewat pendistribusian logistik keagamaan berupa tiga puluh tujuh ekor sapi serta enam puluh ekor kambing ke berbagai titik wilayah pemukiman warga.
Kepastian mengenai perolehan dan penyebaran hewan kurban tersebut dipaparkan secara langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.
Pernyataan resmi itu disampaikan setelah sang kepala daerah rampung menunaikan ibadah Salat Iduladha di Masjid Islamic Center Baiturrahmi pada hari Rabu.
Benyamin menegaskan bahwa seluruh paket hewan kurban yang bersumber dari internal pemkot telah mulai bergerak disalurkan ke seluruh penjuru wilayah Tangerang Selatan sejak hari ini.
Gunakan Wadah Ramah Lingkungan dan Garansi Hewan Bebas Penyakit
Ada yang menarik dalam tata kelola pembagian daging kurban di wilayah ini, di mana pihak pemkot turut mengedepankan aspek kelestarian alam.
Sebagai langkah konkret, dinas terkait mengucurkan bantuan sekitar sepuluh ribu kantong berbahan kain serta anyaman besek bambu ke berbagai lokasi pemotongan.
Gebrakan inovatif ini sengaja ditempuh guna menekan laju produksi sampah plastik sekali pakai yang biasanya melonjak tajam saat distribusi daging kurban.
Di sisi lain, Wali Kota menjamin secara penuh bahwa seluruh hewan kurban yang digulirkan berada dalam kondisi yang sangat sehat dan layak untuk dikonsumsi publik.
Berdasarkan dokumen hasil audit dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangsel, tim medis tidak mendeteksi adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku maupun Lumpy Skin Disease.
Pihak otoritas menegaskan seluruh hewan potong telah lolos dari proses skrining ketat yang digelar secara teliti selama kurun waktu sepekan terakhir.
Lebih lanjut, Pemkot Tangsel juga memberlakukan standarisasi ketat bagi lokasi penyembelihan, seperti ketersediaan fasilitas sanitasi air bersih untuk limbah serta ketertiban mekanisme distribusi agar tepat sasaran.
Benyamin memandang perayaan Iduladha bertindak sebagai momentum krusial untuk mempertebal kadar keikhlasan, mutu pelayanan, serta rasa empati gotong royong di tengah dinamika masyarakat.
Pemaparan Capaian Sosial Ekonomi dan Tantangan Pembangunan Kota Tangsel
Di sela-sela momentum hari raya tersebut, Benyamin tidak ragu untuk membeberkan lembar capaian indikator makro pembangunan Kota Tangerang Selatan.
Mengacu pada kompilasi data sosial ekonomi pada tahun sebelumnya, jumlah populasi penduduk di kota satelit ini telah menembus angka satu koma empat puluh tujuh juta jiwa.
Sisi positifnya, struktur demografi daerah didominasi oleh kelompok usia produktif yang persentasenya menyentuh angka tujuh puluh dua koma dua puluh persen.
Rapor kemiskinan makro juga tercatat sangat minim karena mampu ditekan hingga ke level dua koma tiga puluh sembilan persen saja.
Prestasi membanggakan terlihat dari angka Indeks Pembangunan Manusia Kota Tangsel yang bertengger di level delapan puluh empat koma delapan puluh satu atau masuk dalam kategori sangat tinggi.
Kendati memegang rapor kerja yang mentereng, Wali Kota mengingatkan jajarannya agar tidak terlena karena masih ada barisan tantangan riil yang wajib dituntaskan.
Beberapa persoalan mendesak yang membutuhkan solusi cepat meliputi isu ketimpangan sosial, pengelolaan sampah lingkungan, hingga akselerasi mutu SDM dan perluasan lapangan kerja.
Guna menjawab tantangan tersebut, birokrasi lokal berkomitmen menjalankan pembangunan yang mengacu pada visi kota yang unggul, inklusif, inovatif, kolaboratif, dan lestari.
Benyamin menggarisbawahi bahwa kemajuan sebuah kota tidak boleh hanya ditakar dari kemegahan fisik infrastruktur semata, melainkan harus ditopang oleh kokohnya nilai religiusitas dan akhlak mulia warganya.















Komentar