JurnalPatroliNews – Jakarta – Aparat otoritas keamanan dari negara Israel dan Rusia dilaporkan resmi dimasukkan ke dalam draf daftar hitam organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa
Langkah tegas tersebut diambil setelah kedua belah pihak dituding kuat bertindak sebagai pelaku tindakan kekerasan seksual di tengah berkecamuknya situasi konflik bersenjata
Berdasarkan draf salinan laporan resmi yang berhasil diperoleh oleh kantor berita AFP pada hari Kamis kemarin, sirkulasi laporan ini rutin diterbitkan oleh PBB di setiap tahunnya
Pihak PBB secara berkala merilis dokumen dokumen pemantauan kekerasan seksual yang menyasar wilayah negara rawan konflik seperti Sudan, Haiti, Republik Demokratik Kongo, Myanmar, Suriah, hingga Mali
Klaster pelaku kejahatan seksual yang masuk dalam catatan merah tersebut dilaporkan mencakup jajaran pihak otoritas pemerintah maupun kelompok non-pemerintah
Penerbitan dokumen sanksi moral ini diklaim telah melalui proses verifikasi yang matang serta didasari oleh kepemilikan barisan bukti-bukti lapangan yang kuat
Sebelum berkas laporan ini bocor ke publik, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dilaporkan sudah sempat melemparkan sinyal peringatan dini
Guterres sempat mengutarakan bahwa kekuatan militer Rusia dan Israel memang mengantongi potensi yang sangat besar untuk terseret masuk ke dalam draf daftar hitam tersebut
Dalam lembar diktumnya, para tim penyelamat dan penyidik PBB mengaku terus-menerus diadang serta tidak diberikan izin akses oleh otoritas domestik Israel maupun Rusia
Sikap tidak kooperatif tersebut membuat tim internasional kesulitan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan investigasi mendalam atas dugaan kasus asusila di lokasi kejadian
Pola Pelecehan Militer Di Jalur Gaza Hingga Pemutusan Hubungan Diplomatik Israel Dengan Sekjen PBB
Mengenai rekam jejak Israel, pihak PBB menemukan pola kekerasan seksual yang terstruktur terhadap warga negara Palestina yang ditahan di dalam sel tahanan
Aksi tidak manusiawi tersebut dilaporkan terus terdokumentasi secara berkala di kawasan teritorial Israel serta beberapa wilayah pendudukan Palestina lainnya
Pihak PBB mengonfirmasi telah memvalidasi beberapa kasus kekerasan seksual yang terjadi di lapangan dengan menyasar belasan pria, wanita, hingga anak-anak di Jalur Gaza dan Tepi Barat
Modus operandi pelecehan tersebut dilaporkan meliputi tindakan pemerkosaan dengan menggunakan alat bantu benda asing, ketelanjangan paksa, hingga penggeledahan tubuh secara agresif
Barisan oknum pelaku pelecehan seksual tersebut terdeteksi berasal dari kalangan anggota militer, aparat keamanan, hingga petugas sipir penjara setempat
Merespons draf publikasi internasional tersebut, otoritas pemerintah Israel langsung melayangkan reaksi keras dengan menyebut laporan PBB sebagai hal yang memalukan dan absurd
Pihak Tel Aviv juga mengecam keras draf keputusan Antonio Guterres yang dinilai sengaja menyudutkan posisi negaranya di panggung politik global
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Dannon, secara resmi mengumumkan bahwa negaranya kini telah membekukan total seluruh jalur hubungan diplomatik dengan Sekjen Guterres
Sementara itu, untuk draf kasus yang menyeret Rusia, dokumen PBB memaparkan bahwa tindakan keji oleh aparat Moskow tersebut terdeteksi terjadi di medan perang Ukraina hingga di dalam negeri
Sama persis dengan pola yang terjadi di Israel, jajaran pelaku pelecehan seksual dari pihak Rusia dilaporkan didominasi oleh oknum korps militer hingga petugas sipir penjara
Hingga draf rilis berita ini diturunkan oleh pihak redaksi, pemerintah Rusia terpantau masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi atas draf laporan PBB tersebut









Komentar