JurnalPatroliNews – WASHINGTON – Amerika Serikat kembali memperketat tekanan terhadap Iran dengan menghentikan sebuah kapal dagang berbendera Gambia yang sedang berlayar menuju pelabuhan Iran melalui perairan Teluk Oman. Tindakan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berlanjutnya kebijakan blokade maritim yang diterapkan Washington terhadap Teheran.
Menurut keterangan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), kapal yang diidentifikasi sebagai M/V Lian Star terdeteksi berlayar di perairan internasional menuju Iran. Otoritas AS menyebut kapal tersebut telah menerima lebih dari 20 kali peringatan karena dianggap melanggar langkah-langkah blokade yang sedang diberlakukan.
“Kapal tersebut, yang diidentifikasi sebagai M/V Lian Star, dilaporkan telah menerima lebih dari 20 peringatan setelah terlihat bergerak di perairan internasional yang melanggar langkah-langkah blokade. Para pejabat mengatakan awak kapal gagal mematuhi peringatan tersebut dan melanjutkan perjalanannya menuju Iran,” demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip pada Minggu (31/5/2026).
Karena awak kapal tidak mengindahkan instruksi yang diberikan, Amerika Serikat kemudian mengambil tindakan lebih lanjut untuk menghentikan pelayaran kapal tersebut.
CENTCOM menyatakan sebuah pesawat militer AS digunakan untuk melumpuhkan kapal setelah berulang kali mengabaikan peringatan yang disampaikan. Operasi itu membuat perjalanan M/V Lian Star menuju Iran terhenti di perairan Teluk Oman.
Pemerintah AS menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menegakkan blokade maritim terhadap Iran. Washington berupaya mencegah aktivitas kapal-kapal komersial yang masuk maupun keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari kebijakan tekanannya terhadap Teheran.
Selain M/V Lian Star, sejumlah kapal dagang lainnya juga dilaporkan telah dihentikan atau dialihkan selama beberapa bulan terakhir dalam rangka pelaksanaan blokade maritim di kawasan Teluk dan perairan sekitarnya.
Hingga 29 Mei 2026, pejabat AS mengklaim sedikitnya 115 kapal komersial telah dialihkan guna memastikan tidak ada aktivitas perdagangan yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran.
Langkah terbaru Washington tersebut diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan, terutama di tengah situasi geopolitik yang masih bergejolak dan hubungan AS-Iran yang terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir.















Komentar