Serangan Mortir Hantam Pangkalan Timur Tengah, Prajurit UNIFIL Asal Serbia Gugur

JurnalPatroliNews – Beirut – Serangan mortir yang menghantam sebuah pangkalan militer di wilayah Lebanon Selatan dilaporkan telah menewaskan seorang pasukan perdamaian dunia.

Prajurit United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang gugur tersebut diidentifikasi sebagai Sersan Senior Milovan Jovanovic yang berasal dari Serbia.

Insiden mematikan yang menyasar markas penjaga perdamaian PBB tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu, 3 Juni 2026 yang lalu.

Selain menimbulkan korban jiwa, serangan itu juga mengakibatkan dua prajurit UNIFIL lainnya yang berasal dari Spanyol dan El Salvador mengalami luka-luka.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, langsung mengeluarkan pernyataan mengutuk keras serangan tersebut.

Pihak PBB mendesak dengan sangat agar seluruh aktor yang bertanggung jawab atas serangan mortir ini dapat segera diseret dan diadili.

Melalui juru bicaranya, Sekretaris Jenderal PBB kembali mengingatkan semua pihak untuk menghormati deklarasi penghentian permusuhan yang diumumkan pada 16 April 2026.

Gugurnya personel militer asal Serbia ini semakin menambah panjang daftar kelam korban tewas dari jajaran pasukan UNIFIL dalam konflik yang terus bergejolak.

Berdasarkan data resmi, sejauh ini sudah ada tujuh prajurit UNIFIL yang gugur di medan tugas, di mana empat di antaranya merupakan personel militer asal Indonesia.

Eskalasi Konflik Kawasan dan Penolakan Klausul Gencatan Senjata

Kekerasan bersenjata di wilayah Lebanon Selatan diketahui terus meningkat di tengah aksi saling serang antara kelompok Hizbullah dan militer Israel.

Serangan berkepanjangan oleh militer Hizbullah ke wilayah Israel tersebut diklaim sebagai aksi balasan atas operasi gabungan Israel-Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Otoritas PBB menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan yang menyasar pasukan penjaga perdamaian harus segera diinvestigasi secara tuntas dan efektif.

Pihak UNIFIL secara mandiri dilaporkan juga telah meluncurkan tim penyelidikan internal guna mengungkap fakta hukum secara menyeluruh di balik peristiwa tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan, posisi pangkalan militer tersebut diketahui terkena tembakan tidak langsung yang dilepaskan dari utara Sungai Litani.

Pihak komando tentara Israel secara terbuka menuduh kelompok bersenjata Hizbullah berada di balik serangan Rabu malam yang menyasar kawasan Ibl al-Saqi tersebut.

Di sisi lain, pemimpin tertinggi kelompok Hizbullah, Naim Qassem, mengeluarkan tuntutan tegas agar militer Israel segera menarik seluruh pasukannya dari tanah Lebanon.

Seorang pejabat dari faksi Hizbullah juga mengonfirmasi bahwa mereka secara bulat menolak klausul gencatan senjata yang sebelumnya sempat dibahas dalam pertemuan bilateral di Washington.

Komentar