Balas Kematian 9 Orang di Lebanon, Komando Angkatan Bersenjata Iran Gempur Wilayah Israel

JurnalPatroliNews – Tel Aviv – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali membara setelah militer Israel mendeteksi adanya peluncuran rudal secara masif dari wilayah Iran pada Minggu (7/6/2026).

Serangan mendadak tersebut langsung memicu bunyi sirene peringatan dini di sejumlah wilayah di seluruh negeri.

Pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sejauh ini seluruh rudal gelombang pertama berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka.

Kendati demikian, militer Israel tetap mengeluarkan peringatan waspada karena mengidentifikasi adanya peluncuran gelombang serangan rudal tambahan dari Iran.

Otoritas pertahanan setempat menegaskan bahwa Sistem Pertahanan Udara Israel saat ini sedang bekerja keras mengidentifikasi dan menetralisir ancaman yang ada.

Menanggapi agresi tersebut, Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menegaskan kesiapan pasukannya untuk melakukan aksi balasan.

Letjen Eyal Zamir menyatakan bahwa IDF akan segera menggempur musuh dengan kekuatan penuh begitu mendapatkan lampu hijau atau perintah dari pemerintah.

Di pihak lain, komando gabungan Angkatan Bersenjata Iran melalui Markas Besar Khatam al-Anbiya membeberkan alasan di balik serangan rudal tersebut.

Pihak Iran menyatakan bahwa tindakan ini merupakan balasan langsung atas serangan militer Israel ke wilayah Lebanon selatan yang menewaskan 9 orang baru-baru ini.

Teheran juga melayangkan peringatan keras agar tentara Zionis segera menghentikan segala bentuk serangan mereka terhadap wilayah Lebanon selatan dan kawasan Dahiyeh.

Apabila Israel nekat memperluas serangan atau membalas tindakan Iran, mereka diancam akan menghadapi serangan yang jauh lebih menghancurkan.

Hizbullah Ikut Luncurkan Drone Tempur

Di tengah situasi yang semakin memanas, kelompok perlawanan Hizbullah di Lebanon turut mengumumkan keterlibatan mereka dalam eskalasi terbaru ini.

Kelompok tersebut mengonfirmasi telah meluncurkan serangan pesawat tanpa awak (drone) ke sebuah pos militer Israel di wilayah utara pada Minggu pagi.

Serangan drone tersebut diklaim sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel serta serangkaian gempuran yang menghantam desa-desa di Lebanon selatan.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah merinci bahwa para pejuang Perlawanan Islam berhasil menargetkan kerumunan tentara Israel di Barak Dovev pada pukul 09.30 pagi.

Aksi Hizbullah ini mencuat hanya berselang beberapa jam setelah Israel mengeklaim telah menggempur wilayah Beirut sebagai balasan atas tembakan lintas perbatasan.

Kondisi teranyar ini memicu kekhawatiran global bahwa konflik bersenjata di kawasan tersebut dapat kembali meluas secara tidak terkendali.

Padahal, kesepakatan gencatan senjata di kawasan tersebut diketahui baru saja diberlakukan dan berjalan sejak bulan April lalu.

Sebagai informasi, Hizbullah sendiri merupakan kelompok perlawanan yang dibentuk pada tahun 1982 silam guna merespons invasi militer Israel ke tanah Lebanon.

Komentar