Temui Kim Jong-un, Xi Jinping Tegaskan Hubungan China-Korut Masuki Fase Sejarah Baru

JurnalPatroliNews – Pyongyang – Presiden China, Xi Jinping, melakukan kunjungan diplomatik tingkat tinggi ke Korea Utara untuk bertemu langsung dengan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un di Kota Pyongyang.

Lawatan bilateral yang berlangsung selama dua hari sejak Senin (8/6/2026) ini menjadi perjalanan luar negeri pertama Xi Jinping pada tahun 2026, sekaligus kunjungan pertamanya ke Korut sejak 2019.

Dalam pertemuan puncak tersebut, kedua pemimpin sepakat membawa hubungan bilateral antara Beijing dan Pyongyang memasuki fase awal dari sejarah baru yang jauh lebih erat.

Xi Jinping menegaskan bahwa persahabatan tradisional yang terjalin di antara kedua negara tidak akan pernah berubah, terlepas dari bagaimana dinamika situasi internasional berkembang.

Selain memperkuat komitmen persaudaraan, kedua kepala negara secara tegas menyerukan penolakan terhadap segala bentuk tindakan hegemoni, otoritarianisme, serta konspirasi menghidupkan kembali militerisme.

Pertemuan strategis ini secara resmi menghasilkan empat poin kesepahaman utama yang mencakup sektor politik, ekspansi ekonomi, kebudayaan, hingga koordinasi pertahanan keamanan kawasan.

Penguatan Komunikasi Politik dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Pada poin pertama, kedua negara sepakat untuk memperkuat komunikasi dan kepercayaan politik dengan mempertahankan pertukaran delegasi tingkat tinggi serta antarlembaga partai pemerintahan.

Poin kedua menitikberatkan pada perluasan kerja sama ekonomi dan pembangunan praktis yang berorientasi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak.

Sektor-sektor yang menjadi fokus utama dalam kesepakatan ekonomi ini meliputi bidang perdagangan, pertanian, konstruksi infrastruktur, kesehatan publik, serta pengembangan sains dan teknologi.

Guna mendorong mobilitas masyarakat dan memacu kembali roda perekonomian lintas negara, Xi Jinping juga mendorong pembukaan kembali akses perbatasan secara bertahap.

Langkah tersebut akan diiringi dengan pemulihan operasional infrastruktur penunjang serta layanan transportasi umum lintas batas negara yang sempat dibatasi.

Hubungan Historis Generasi Muda dan Koordinasi Keamanan Strategis

Untuk poin ketiga, pemimpin kedua negara berkomitmen mempererat hubungan antarmasyarakat melalui perluasan pertukaran budaya demi mewariskan nilai historis kepada generasi muda.

“Persahabatan tradisional yang ditempa dengan darah adalah aset berharga bersama bagi rakyat kedua negara,” tegas Presiden China Xi Jinping seperti dikutip dari kantor berita Xinhua.

Sebagai bentuk langkah konkret di lapangan, kedua negara akan merawat seluruh situs peringatan Tentara Sukarelawan Rakyat China di Korea Utara serta memperkuat basis pendidikan revolusioner.

Sementara pada poin keempat, Beijing dan Pyongyang sepakat meningkatkan koordinasi strategis dan keamanan guna menjaga kedaulatan serta kepentingan pembangunan masing-masing.

Xinhua melaporkan bahwa implementasi koordinasi tersebut akan diwujudkan secara nyata lewat penguatan jalinan kerja sama di sektor diplomasi, penegakan hukum, hingga pertahanan militer.

Merespons komitmen tersebut, Kim Jong-un menegaskan kembali dukungan penuh Korea Utara terhadap prinsip “Satu China”, termasuk posisi kedaulatan Beijing terkait isu luar negeri Taiwan.

Hubungan diplomatik yang semakin solid ini diposisikan oleh pihak Pyongyang sebagai salah satu prioritas strategis paling utama dalam konstelasi politik luar negeri Korea Utara ke depan.

Komentar