JurnalPatroliNews – Jakarta – Manajemen internal Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia masih memilih untuk menutup rapat teka-teki mengenai posisi formal mantan Presiden Joko Widodo di dalam struktur organisasi mereka.
Kendati demikian, rumor politik yang beredar kuat di ruang publik mengisyaratkan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut bakal diplot untuk menduduki jabatan strategis sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.
Merespons kabar burung mengenai penyematan jabatan tinggi tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PSI, Ratu Isyana Bagoes Oka, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersabar menanti keputusan final.
Isyana menegaskan bahwa pihak partai saat ini memprioritaskan kenyamanan dan kesiapan pribadi dari Jokowi sebelum mendeklarasikan status strukturalnya secara resmi ke hadapan media massa.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Isyana saat memberikan keterangan pers di markas DPP PSI, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa sore.
Di samping masalah jabatan, Isyana juga memberikan klarifikasi resmi mengenai rentetan agenda kunjungan kerja luar daerah yang belakangan ini gencar dilakukan oleh Jokowi ke wilayah Lampung hingga Nusa Tenggara Timur.
Dirinya membantah spekulasi pengamat yang menilai pergerakan turun ke lapangan tersebut merupakan bagian dari safari politik terselubung menjelang momentum pelantikan resminya di PSI.
Menurut penjelasannya, aktivitas perjalanan domestik tersebut murni merupakan pemenuhan janji Jokowi untuk kembali menyapa dan memenuhi undangan silaturahmi dari barisan masyarakat pasca-kondisi kesehatannya dinyatakan membaik.
Isyana menambahkan bahwa ruang lingkup undangan yang dihadiri oleh Jokowi sangat dinamis, mulai dari kelompok rukun warga, pergerakan organisasi relawan, hingga agenda konsolidasi internal Partai Solidaritas Indonesia.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus telah memantik diskusi publik dengan menyatakan bahwa secara de facto, Joko Widodo sejatinya sudah melekat dan menjadi bagian dari keluarga besar PSI.
Mengenai kejelasan status hukum administrasi kepartaian, Bestari menyerahkan kewenangan pengumuman tersebut sepenuhnya kepada Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, pada momentum yang dinilai paling tepat.
Bestari menggarisbawahi bahwa meski jabatan formal kenegaraan belum dilekatkan, seluruh jajaran kader dan simpatisan PSI di tingkat akar rumput telah menempatkan figur Jokowi sebagai patron atau kompas arah pergerakan politik partai.
Saat ini, lini struktural PSI hanya fokus mempersiapkan kesiapan teknis sembari menunggu waktu yang dirasa pas untuk merilis kabar baik tersebut secara terbuka kepada publik nasional.
Sebagai bentuk pemenuhan aspek keberimbangan informasi bagi publik, media ini membuka ruang hak jawab maupun klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.















Komentar