Sukseskan Program MagangHub Batch III, Kemnaker Siapkan Fasilitas Sertifikasi Kompetensi BNSP Gratis

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengeluarkan imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan Program Magang Nasional.

Pihak kementerian meminta para peserta, mentor, serta operator penyelenggara untuk segera merampungkan seluruh sisa tahapan administrasi akhir jelang penutupan resmi program MagangHub Batch III Angkatan I.

Sesuai dengan linimasa yang telah ditetapkan, program strategis nasional tersebut dijadwalkan bakal resmi diakhiri dan ditutup secara serentak pada Kamis, 18 Juni 2026.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa penyelesaian fase final ini menjadi krusial demi menjaga ketertiban tata kelola birokrasi penutupan program.

Ketepatan waktu pengerjaan administrasi ini akan berdampak langsung pada kelancaran proses penerbitan sertifikat keahlian, akurasi pencairan sisa uang saku, hingga koordinasi pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi.

Anwar Sanusi menegaskan agar pemenuhan kewajiban administratif ini tidak ditunda-tunda agar hak-hak mendasar dari para peserta magang tidak mengalami kendala teknis di sistem pada hari penutupan.

Berdasarkan petunjuk teknis operasional, para peserta magang diwajibkan untuk segera melengkapi data presensi kehadiran terakhir, mengunggah laporan aktivitas harian final, serta mengisi instrumen kuesioner evaluasi.

Pengisian kuesioner daring tersebut bersifat mengikat dan menjadi salah satu variabel penentu dalam kelayakan validasi pencairan dana stimulus atau uang saku untuk periode bulan keenam.

Di lini pembimbing, para mentor kluster industri memegang tanggung jawab untuk melakukan peninjauan sekaligus memberikan persetujuan atas data kehadiran dan dokumen laporan bulanan para peserta.

Mentor juga diwajibkan mengisi rapor performa, menginput akumulasi nilai akhir kelulusan peserta, serta merampungkan pengisian kuesioner khusus dari sisi sudut pandang instruktur lapangan.

Sementara itu, jajaran operator pelaksana lembaga magang dibebani tugas untuk mematangkan draf sertifikat kelulusan, menyusun laporan penempatan kerja, serta mengunggah data sertifikasi kompetensi ke dalam basis data pusat.

Seluruh kelengkapan dokumen kolaboratif tersebut nantinya akan dilebur menjadi satu kesatuan dokumen otentik sebagai dasar hukum pengajuan tagihan anggaran negara untuk sisa masa magang.

Pihak Kemnaker sendiri telah menyusun jadwal berlapis terkait pencairan uang saku peserta, yakni pada gelombang pertama tanggal 17 hingga 18 Juni, serta gelombang kedua pada 22 hingga 23 Juni 2026.

Bagi peserta yang berhasil menuntaskan seluruh kewajiban hingga tenggat waktu penutupan, negara akan menganugerahkan sertifikat magang resmi yang ditandatangani oleh otoritas kementerian.

Sedangkan bagi peserta yang terpaksa tidak dapat menyelesaikan program hingga tuntas namun memiliki rekam jejak aktif minimal tiga bulan, akan diberikan surat keterangan resmi sesuai porsi kontribusinya.

Pasca-pembubaran program, Kemnaker juga memfasilitasi para alumni magang untuk mengikuti akselerasi uji sertifikasi kompetensi profesi yang bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Proses registrasi sertifikasi keahlian tersebut akan dibuka mulai akhir bulan ini hingga medio Juli, dengan pelaksanaan ujian praktek lapangan yang tersebar di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi milik BBPVP dan BPVP Kemnaker.

Anwar menaruh harapan besar agar modal ilmu pengetahuan dan etos kerja profesional yang didapatkan selama enam bulan di dunia industri dapat menjadi pemantik daya saing pemuda Indonesia di pasar kerja global.

Komentar