JurnalPatroliNews | Jakarta — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyiapkan peta jalan baru untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi syariah global. Organisasi tersebut menetapkan empat tahapan pengembangan yang akan dijalankan secara bertahap hingga 2030.
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat MES Ferry Juliantono mengatakan, roadmap tersebut disusun untuk membangun fondasi ekonomi syariah secara sistematis, memperluas dampaknya, hingga membawa Indonesia memainkan peran lebih besar di tingkat global.
“Peta jalan pencapaiannya telah disusun bertahap, mulai dari fondasi hingga penguatan ekonomi syariah dalam peran global,” kata Ferry saat memberikan sambutan dalam Silaturahmi Dewan Pakar Pengurus Pusat MES di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Agenda tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pakar PP MES K.H. Adi Hidayat, Wakil Ketua Dewan Pakar MES sekaligus Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Sekjen MES sekaligus Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana, serta Anggota Dewan Pakar MES sekaligus Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.
Hadir pula Anggota Dewan Pakar MES Sholahudin Al Aiyub beserta jajaran anggota dan pengurus MES.
Ferry menjelaskan, strategi pengembangan MES dibagi dalam empat fase yang memiliki target berbeda.
Fase pertama berlangsung pada 2026, dengan fokus Fondasi dan Konsolidasi. Tahap ini diarahkan untuk memantapkan struktur organisasi, kelembagaan serta landasan berbagai program yang akan menjadi pijakan bagi tahapan berikutnya.
Memasuki 2027, MES memasuki fase Akselerasi dan Ekspansi. Pada tahap ini, organisasi akan memperluas jangkauan program, mempercepat implementasi serta meningkatkan dampak nyata ekonomi syariah di masyarakat.
Tahap berikutnya berlangsung pada 2028–2029, yakni fase Penguatan dan Skalabilitas. MES akan memantapkan capaian yang telah dibangun sekaligus memperluas cakupan program dan kemitraan hingga memasuki ruang global.
Sedangkan 2030 ditetapkan sebagai fase Konsolidasi dan Penyempurnaan. Seluruh capaian yang telah dibangun selama empat tahun sebelumnya akan dievaluasi dan disempurnakan untuk memantapkan posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah dunia.
Roadmap tersebut memperlihatkan bahwa MES tidak hanya mengejar pertumbuhan aktivitas ekonomi syariah, tetapi juga ingin membangun ekosistem yang memiliki fondasi kelembagaan, kapasitas bisnis dan jaringan kemitraan yang kuat.
Ferry menegaskan, forum Dewan Pakar akan menjadi agenda rutin. Forum tersebut diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan dan program yang disusun Pengurus Pusat MES tetap berada pada jalur yang tepat dan memberikan dampak yang terukur.
Ia berharap para anggota Dewan Pakar memberikan pandangan, pemikiran dan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan maupun program penguatan ekonomi syariah.
“Kami ingin memastikan langkah MES ke depan tidak hanya relevan dengan kebutuhan organisasi, melainkan juga selaras dengan kebijakan Pemerintah saat ini,” ujar Ferry.
Menurutnya, keterlibatan para pakar penting untuk mempertemukan gagasan ekonomi syariah dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Dengan demikian, MES diharapkan tidak berjalan dalam ruang yang terpisah dari kebijakan pemerintah, tetapi dapat menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam memperluas ekosistem ekonomi syariah.
Ketua Dewan Pakar PP MES K.H. Adi Hidayat memberikan catatan penting mengenai strategi pengembangan ekonomi syariah.
Menurutnya, berbagai program MES selama ini cenderung lebih banyak berbicara mengenai aspek teknis dan implementasi. Namun, ada persoalan mendasar yang juga perlu diperkuat, yakni bagaimana membangun kesadaran masyarakat sebagai pelaku utama ekonomi syariah.
“Visi MES sangat luar biasa. Namun sistem dan program yang baik belum lengkap jika belum jelas siapa yang akan melaksanakannya. Perlu ada upaya membangun kesadaran masyarakat terlebih dahulu bahwa memprioritaskan ekonomi syariah adalah bagian dari nilai akidah dan ibadah,” katanya.
Pandangan tersebut menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai subjek yang harus memiliki pemahaman sekaligus kesiapan menjalankan aktivitas ekonomi berbasis prinsip syariah.
Artinya, pembangunan ekosistem ekonomi syariah tidak cukup hanya dengan memperkuat institusi, industri keuangan atau program bisnis. Literasi dan kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting dari fondasi.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pakar PP MES sekaligus Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai keberadaan MES bersama Dewan Pakar dapat menjadi ruang untuk merumuskan pemikiran strategis menghadapi tantangan ekonomi syariah.
Ia berharap berbagai potensi yang dimiliki Indonesia dapat dikembangkan menjadi ekosistem ekonomi syariah yang kuat, inklusif dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Sehingga potensi besar yang dimiliki Indonesia dapat benar-benar melahirkan ekosistem ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Dengan roadmap empat tahap tersebut, MES kini memiliki target jangka menengah yang lebih terstruktur. Fondasi dibangun pada 2026, ekspansi dimulai pada 2027, penguatan dan perluasan global berlangsung pada 2028–2029, sebelum konsolidasi dan penyempurnaan dilakukan pada 2030.
Target akhirnya bukan sekadar menjadikan ekonomi syariah tumbuh di dalam negeri.
MES ingin membawa Indonesia menjadi salah satu pusat ekonomi syariah dunia—dengan ekosistem yang kuat, masyarakat yang siap menjadi pelaku, industri yang kompetitif, serta kebijakan yang mampu menghubungkan potensi ekonomi syariah dengan kesejahteraan masyarakat.















Komentar