Respons Tudingan Fortuner Tiyo Ardianto, Jubir PDIP: Kritik Makan Bergizi Gratis Datang dari Semua Lapisan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan akhirnya angkat bicara guna menepis tudingan miring yang dialamatkan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Bersatu terkait dinamika gerakan mahasiswa di lapangan.

Pihak partai berlambang banteng moncong putih tersebut menegaskan secara resmi bahwa institusinya sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan gelombang aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis yang dipimpin oleh mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, memberikan klasifikasi otentik bahwa figur Siti Nuraeni maupun Letjen TNI Purnawirawan Setyo Sularso yang namanya diseret oleh barisan mahasiswa, bukanlah bagian dari kader internal PDIP.

Lebih lanjut, Guntur Romli menggarisbawahi bahwa kedua nama tersebut juga tidak pernah terdaftar masuk ke dalam jajaran struktur tim pemenangan nasional Ganjar Pranowo pada kontestasi Pilpres lalu.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Guntur Romli guna merespons rilis data lapangan dari perwakilan BEM Bersatu dalam jumpa pers yang berlangsung di Jakarta, pada Selasa.

Guntur menilai, konstruksi argumen dan dalil yang dibangun oleh BEM Bersatu terkait kepemilikan mobil mewah jenis Fortuner operasional aksi Tiyo Ardianto murni merupakan sebuah tindakan cocokologi politik yang terlalu dipaksakan.

Menurutnya, sangat tidak rasional mengaitkan sebuah partai politik hanya karena urusan pinjam-meminjam kendaraan dinas yang jalurnya ditarik melingkar dari hubungan keluarga, hubungan persaudaraan, hingga urusan hubungan besan tokoh militer.

Dirinya mengingatkan kembali kepada publik bahwa urusan kontestasi Pilpres telah selesai, sehingga pilihan ataupun hubungan kekerabatan tidak bisa dijadikan parameter tunggal dalam menyimpulkan arah gerakan politik praktis saat ini.

Guntur Romli menambahkan bahwa hantaman kritik terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis saat ini sejatinya datang secara masif dari hampir seluruh lapisan elemen masyarakat sipil secara objektif.

Sentimen negatif publik tersebut dinilai semakin mendapatkan pembenaran setelah aparat penegak hukum berhasil menangkap tiga orang mantan pimpinan Badan Gizi Nasional atas dugaan tindak pidana korupsi proyek pangan.

Sehubungan dengan fakta hukum tersebut, pihak PDIP justru melayangkan pertanyaan balik mengenai posisi serta motivasi gerakan BEM Bersatu, apakah hendak membela para oknum koruptor di lingkaran program MBG atau tidak.

Sebelumnya, Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, memicu polemik dengan menduga adanya keterlibatan sirkuit aktor elite partai di balik aksi penolakan program strategis nasional tersebut.

Rahmat menyoroti kepemilikan unit Fortuner milik Siti Nuraeni, adik kandung Setyo Sularso yang merupakan besan dari Jenderal Purnawirawan Andika Perkasa, serta diperkuat dengan munculnya sosok politisi Andi Widjajanto di area unjuk rasa.

Pihak aliansi mahasiswa juga mencurigai keterlibatan jejaring ini karena nama Tiyo Ardianto dan Setyo Sularso terjadwal bakal mengisi mimbar Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung bersama tokoh-tokoh oposisi pada pertengahan pekan ini.

Dengan adanya klarifikasi resmi dari internal struktural partai, tuduhan penunggangan logistik parpol terhadap gerakan moral mahasiswa tersebut kini dinyatakan tidak terbukti secara administrasi maupun faktual.

Komentar