JurnalPatroliNews – GARUT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Garut memperkuat kolaborasi untuk memperluas inklusi keuangan syariah melalui Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Program tersebut diluncurkan dalam kegiatan School of Syariah di Auditorium IAI Persis Garut, Kamis (18/6/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Garut Nurdin Yana mengatakan Kabupaten Garut memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat. Potensi itu ditopang oleh sektor pertanian yang kuat, pertumbuhan UMKM, serta keberadaan pesantren dan komunitas keagamaan yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurutnya, perluasan akses layanan keuangan formal hingga tingkat desa menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni memperkuat keberadaan agen Laku Pandai agar layanan perbankan syariah semakin mudah dijangkau.
“Perluasan akses layanan keuangan formal hingga ke desa menjadi penting. Agen Laku Pandai dapat menjadi sarana untuk mendekatkan layanan bank syariah kepada masyarakat,” kata Nurdin.
Ia menambahkan, tokoh agama memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong penguatan ekonomi umat.
Baca juga: Bupati Garut Lepas Asep Akung Bersepeda Lintas Asia Menuju Mekkah, Bawa Misi Inspirasi dan Ibadah
“Literasi keuangan bertujuan agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan sehingga dapat mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M. Ismail Riyadi menjelaskan EPIKS merupakan program kolaborasi antara OJK dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk membangun pusat inklusi keuangan syariah berbasis ekosistem, mulai dari pesantren, desa, hingga perguruan tinggi.
Menurut Ismail, kerja sama dengan Persis menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di masyarakat.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persis Haris Muslim menyampaikan Persis memiliki jaringan di 26 provinsi dengan lebih dari 500 lembaga pendidikan dan jutaan anggota. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi kekuatan ekonomi yang besar apabila dikelola secara optimal.
“Ini merupakan kekuatan ekonomi yang luar biasa jika dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik,” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Persis Garut Ustaz Gun Gun Abdul Basit menegaskan bahwa selain dakwah dan pendidikan, pengembangan ekonomi umat juga menjadi salah satu fokus organisasi.
“Ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, Persis juga memberikan perhatian terhadap pengembangan ekonomi umat,” ujarnya.












Komentar