250 Mahasiswa Unpad Diajak Bangun Bisnis Lewat Koperasi, Ini Pesan Tegas Menkop Ferry

JurnalPatroliNews | Jakarta – Pemerintah terus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi kerakyatan melalui koperasi modern. Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat inovasi sekaligus tempat lahirnya wirausahawan baru yang mampu menjawab tantangan perkembangan ekonomi digital.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat membuka kegiatan Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda bertema “Saatnya Anak Muda Peduli Koperasi”, hasil kolaborasi antara Kementerian Koperasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (30/6), yang diselenggarakan secara daring dari Jakarta.

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa koperasi saat ini telah mengalami transformasi besar dan tidak lagi identik dengan pola usaha konvensional. Menurutnya, koperasi kini telah merambah berbagai sektor strategis seperti ekonomi digital, pertanian modern, industri kreatif, pangan, kesehatan, pariwisata hingga ekonomi hijau.

“Koperasi modern membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk membangun usaha secara kolektif sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Ferry, terus melakukan transformasi kelembagaan koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan sumber daya manusia, tata kelola profesional, serta pemanfaatan teknologi digital.

Ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Universitas Padjadjaran bersama komunitas kewirausahaan kampus dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat perubahan dan inovasi nasional.

Dalam kesempatan itu, Menkop menyampaikan tiga pesan utama kepada para mahasiswa. Pertama, membangun mental kewirausahaan dengan tidak takut menghadapi kegagalan serta menjadikan kampus sebagai laboratorium inovasi.

Kedua, memanfaatkan koperasi sebagai wadah kolaborasi di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, karena keberhasilan masa depan lebih ditentukan oleh kemampuan bekerja sama dibandingkan sekadar bersaing.

Ketiga, mahasiswa diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya mengejar keuntungan pribadi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap kampus, khususnya Universitas Padjadjaran, mampu menjadi pusat lahirnya koperasi modern sekaligus melahirkan inovator dan wirausahawan muda Indonesia,” kata Ferry.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menjelaskan kegiatan literasi tersebut diikuti sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dalam komunitas kewirausahaan Unpad Preneur.

Selain mengikuti literasi, sebanyak 49 tim wirausaha muda Unpad turut memamerkan berbagai produk inovatif yang diharapkan dapat dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurut Destry, apabila produk-produk tersebut mampu berkembang hingga mencapai skala ekonomi yang memadai, para mahasiswa berpotensi menjadi pengusaha muda nasional dengan badan hukum koperasi.

Ia menambahkan, melalui pemanfaatan teknologi digital, generasi muda diharapkan semakin memahami bahwa koperasi bukan lagi lembaga ekonomi yang dianggap kuno, melainkan model bisnis modern yang mampu meningkatkan daya saing usaha secara kolektif.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem koperasi masa depan yang lebih adaptif terhadap perubahan global.

Dalam kegiatan tersebut juga diluncurkan hasil riset Universitas Padjadjaran mengenai Pengembangan Asisten Digital Koperasi dan Instrumen Readiness Score yang dipimpin Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad, Dr. Dwi Purnomo.

Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengingatkan bahwa berkembangnya berbagai narasi mengenai koperasi, termasuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, tidak boleh membuat generasi muda memiliki persepsi negatif terhadap koperasi.

Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Karena itu, Rektor mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi bagian dari transformasi koperasi Indonesia dengan menghadirkan inovasi dan tata kelola yang lebih modern sehingga koperasi mampu menjadi salah satu pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komentar