JurnalPatroliNews | Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, meminta pemerintah dan perguruan tinggi negeri (PTN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tingginya jumlah calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang setelah dinyatakan lolos melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Menurut Fikri, fenomena tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi mengurangi efektivitas sistem penerimaan mahasiswa baru sekaligus memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat apabila penyebabnya tidak segera diidentifikasi.
Berdasarkan data yang disampaikannya, sekitar 10 persen peserta yang telah dinyatakan lulus melalui jalur SNBP maupun SNBT memilih tidak melanjutkan proses registrasi di perguruan tinggi negeri.
“Perguruan Tinggi Negeri ternyata banyak diekspos. Seleksi yang lewat tes (SNBT) sekitar 10 persen tidak daftar ulang, SNBP yang prestasi juga sekitar 10 persen tidak daftar ulang. Ini harus dicari solusinya, kenapa mereka tidak daftar ulang. Sayang kalau kemudian muncul anggapan bahwa mereka tidak mampu secara ekonomi,” ujar Fikri kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Tiga Faktor Diduga Menjadi Penyebab
Fikri mengungkapkan sedikitnya terdapat tiga faktor yang diduga menjadi penyebab banyaknya calon mahasiswa yang tidak melanjutkan proses daftar ulang setelah dinyatakan diterima di PTN.
Pertama, sebagian peserta memilih melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) atau sekolah kedinasan yang dinilai menawarkan prospek karier lebih jelas.
Kedua, program studi maupun perguruan tinggi yang diperoleh bukan merupakan pilihan utama peserta. Kondisi tersebut membuat sebagian calon mahasiswa memutuskan untuk berkuliah di perguruan tinggi swasta, langsung memasuki dunia kerja, atau menunda pendidikan.
Selain itu, Fikri juga menyoroti meningkatnya minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi luar negeri.
Menurutnya, pilihan tersebut merupakan hak setiap warga negara. Namun, kondisi itu tetap perlu menjadi bahan evaluasi agar kualitas dan daya saing perguruan tinggi dalam negeri terus meningkat.
“Negeri ini harus mendorong supaya daya saing pendidikan nasional kita juga terus tumbuh,” tegas legislator Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX tersebut.
Perlu Evaluasi Menyeluruh
Fikri menilai evaluasi terhadap penyebab tidak dilakukannya daftar ulang sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan tinggi ke depan. Ia berharap hasil evaluasi mampu memberikan gambaran yang objektif, sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran, baik dari sisi sistem seleksi, layanan perguruan tinggi, maupun akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut juga diperlukan untuk memastikan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi benar-benar dimanfaatkan secara optimal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru di Indonesia.















Komentar