JurnalPatroliNews | Jakarta Utara – Upaya menekan maraknya aksi tawuran remaja di wilayah Kecamatan Penjaringan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Polsek Metro Penjaringan memilih membina generasi muda melalui jalur olahraga dengan menggelar Penjaringan Bersatu Boxing Showcase Vol II, sebuah kejuaraan tinju yang diikuti puluhan remaja berbakat.
Kompetisi yang berlangsung di Lapangan Rusun Mawar, Kelurahan Penjaringan, itu diikuti sebanyak 130 peserta dari berbagai lingkungan di Jakarta Utara. Mengenakan perlengkapan tinju lengkap dan bertanding di atas ring, para peserta menunjukkan kemampuan sekaligus sportivitas di hadapan ratusan penonton yang memadati arena pertandingan.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol. Erick Frendriz, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam mengurangi potensi kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran yang selama ini kerap terjadi.
Menurutnya, menyediakan ruang positif bagi anak muda untuk menyalurkan bakat dan energi menjadi langkah efektif dalam membangun karakter sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.
“Kami ingin memberikan wadah bagi generasi muda yang memiliki minat di olahraga tinju. Harapannya, kegiatan positif seperti ini dapat semakin menekan angka tawuran yang saat ini mulai menunjukkan tren penurunan,” ujar Erick.
Sementara itu, Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra mengatakan penyelenggaraan Boxing Showcase Vol II mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sekitar 300 penonton hadir memberikan dukungan kepada para peserta yang bertanding secara sportif.
Ia menilai kompetisi tersebut bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan potensi generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah pembinaan sehingga para remaja memiliki ruang untuk berprestasi dan menjauh dari perilaku yang merugikan seperti tawuran,” ujarnya.
Antusiasme peserta juga mendapat perhatian dari Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Sampson Sosa Hutapea. Ia menilai tingginya minat remaja mengikuti kejuaraan menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi alternatif positif dalam membangun semangat kebersamaan.
Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para peserta tidak hanya belajar teknik bertinju, tetapi juga memahami nilai-nilai sportivitas, disiplin, tanggung jawab, serta menghargai lawan.
Polsek Metro Penjaringan berharap program pembinaan berbasis olahraga tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang aman, sekaligus melahirkan atlet-atlet muda berprestasi dari wilayah Jakarta Utara.















Komentar