Tak Menunggu Pemerintah, Warga Aceh Kumpulkan Rp1 Miliar Demi Bangun Jembatan

JurnalPatroliNews | Bener Meriah – Semangat gotong royong kembali menjadi bukti nyata kekuatan masyarakat Indonesia. Warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, berhasil membangun kembali Jembatan Enang-Enang yang rusak diterjang banjir dan longsor pada akhir 2025 melalui dana swadaya yang terkumpul hingga lebih dari Rp1 miliar.

Peresmian jembatan yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) berlangsung penuh haru. Tangis bahagia pecah ketika akses penghubung utama masyarakat itu kembali dibuka setelah berbulan-bulan terputus akibat bencana alam.

Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah warga tampak tak kuasa menahan air mata saat kendaraan pertama melintasi jembatan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Jembatan Enang-Enang memiliki peran strategis sebagai jalur utama distribusi hasil pertanian sekaligus akses menuju sekolah, pusat layanan kesehatan, serta berbagai fasilitas publik lainnya. Selama jembatan tidak dapat digunakan, masyarakat harus memutar melalui jalur alternatif yang jauh lebih panjang dengan waktu tempuh yang meningkat.

Kerusakan tersebut terjadi setelah wilayah Aceh dilanda banjir, banjir bandang, dan longsor pada November 2025 yang dipicu dampak Siklon Tropis Senyar, serta diperparah oleh kondisi degradasi lingkungan di sejumlah kawasan.

Tokoh masyarakat setempat, Sahrial Abadi, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan sepenuhnya dibiayai oleh masyarakat tanpa menerima bantuan pendanaan dari pihak lain.

“Dana yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp1 miliar. Hingga saat ini sekitar Rp526 juta telah digunakan untuk membangun kembali jembatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dana yang masih tersisa sekitar Rp555 juta akan dialokasikan untuk membangun dinding penahan jalan, fasilitas ibadah, serta berbagai sarana umum lainnya yang juga terdampak bencana.

“Jalan ini kini resmi dibuka dan sudah bisa dilalui masyarakat setelah proses pengaspalan selesai. Terima kasih kepada seluruh warga dan semua pihak yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan ini,” katanya dengan suara bergetar.

Menurut Sahrial, keberhasilan pembangunan Jembatan Enang-Enang menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi bencana dan memulihkan kehidupan.

Meski akses transportasi telah kembali normal, masyarakat berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen yang memiliki konstruksi lebih kuat sehingga mampu memberikan rasa aman serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi, kepedulian, dan budaya gotong royong mampu menghadirkan solusi ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tengah tantangan bencana.

Komentar