JurnalPatroliNews – Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan kerja Danantara Asset Management (DAM) ke Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS), Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Kunjungan yang berlangsung pada Akhir juni lalu tersebut dipimpin Komisaris Utama DAM Rabin Indrajad Hattari bersama jajaran dewan komisaris dan direksi DAM untuk meninjau langsung pengelolaan operasi hulu migas yang dijalankan PHM.
Dalam kesempatan itu, General Manager PHM Setyo Sapto Edi memaparkan profil perusahaan, capaian operasional, serta peran strategis PHM sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional di Wilayah Kerja (WK) Mahakam.
Selain itu, PHM juga menjelaskan berbagai langkah yang dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi melalui peningkatan efisiensi operasi, penguatan aspek keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, termasuk dalam kegiatan pengeboran.
Fokus pada Investasi Selektif dan Efisiensi Operasi
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan dua strategi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis hulu migas, yakni selective investment (investasi selektif) dan cost efficiency (efisiensi biaya).
Menurutnya, karakteristik industri hulu migas sebagai sektor yang tidak dapat diperbarui (non-renewable) menuntut perusahaan untuk terus menjaga keekonomian produksi di tengah tantangan operasional, bisnis, maupun finansial.
“Bisnis yang dikelola PHI Regional Kalimantan merupakan non-renewable business. Karena itu kami harus memastikan setiap investasi dan operasi tetap memberikan nilai tambah bagi negara sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Sunaryanto.
Tantangan Lapangan Migas yang Memasuki Fase Mature
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Mery Luciawaty, mengatakan sebagian besar aset produksi PHM telah memasuki fase mature field, sehingga memerlukan strategi pengelolaan yang lebih adaptif.
Menurutnya, Subholding Upstream Pertamina terus melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari revitalisasi sumur hingga peningkatan keandalan fasilitas produksi guna memperpanjang umur operasi sekaligus menjaga keberlanjutan produksi migas.
“Tantangan utama kami adalah menjaga integritas aset karena sebagian besar fasilitas produksi telah memasuki fase mature. Kami terus melakukan revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang agar operasi tetap andal, aman, dan berkelanjutan,” jelas Mery.
Danantara Dorong Optimalisasi Pengelolaan Aset Energi
Komisaris Utama DAM, Rabin Indrajad Hattari, menegaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan pengelolaan aset energi nasional berjalan efektif dan efisien.
Ia menyebut penguatan tata kelola sektor hulu migas menjadi langkah penting dalam meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara sekaligus mendukung target Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan energi.
“Kami melihat bagaimana Pertamina melalui Subholding Upstream mengelola operasi migas secara efektif dan efisien sehingga mampu memaksimalkan kontribusi bagi negara dalam mendukung ketahanan energi nasional,” katanya.
Selain mengikuti pemaparan, rombongan DAM juga meninjau sejumlah fasilitas utama di Lapangan SPS untuk melihat langsung proses produksi minyak dan gas bumi yang menjadi salah satu penopang pasokan energi nasional.
PHM sendiri merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang mengelola Wilayah Kerja Mahakam dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bersama SKK Migas sebagai wakil pemerintah, PHM terus mengembangkan inovasi dan teknologi guna menghasilkan operasi migas yang aman, efisien, andal, patuh terhadap regulasi, serta ramah lingkungan.















Komentar