JurnalPatroliNews | Depok – Kepolisian Resor Metro Depok tengah menyelidiki laporan dugaan teror yang dialami seorang warga di Gang At-Taufik, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Korban, Azis Suraji, mengaku mengalami serangkaian tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh tetangganya sejak tahun 2024.
Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada kepolisian, aksi yang dialami korban meliputi pelemparan sampah dan telur ke arah rumah, dugaan perusakan pagar, hingga ancaman yang disebut-sebut berkaitan dengan praktik santet.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengatakan laporan polisi telah diterima dan saat ini penyidik sedang melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan dan pengecekan lokasi kejadian. Laporan polisi juga sudah diterima di Polres Metro Depok,” ujar AKP Hendra kepada wartawan, Jumat (17/7).
Menurut Hendra, berdasarkan hasil pendalaman awal, perkara tersebut diduga telah mengarah pada tindak pidana karena terdapat laporan mengenai dugaan perusakan terhadap fasilitas milik korban.
“Diduga terjadi tindak pidana perusakan sehingga proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa,” katanya.
Mengenai motif, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Dugaan sementara, perselisihan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dalam komunikasi antartetangga. Namun demikian, penyidik menegaskan seluruh kemungkinan masih didalami dan belum dapat disimpulkan.
Sebelumnya, korban mengaku rumahnya beberapa kali menjadi sasaran pelemparan berbagai benda, termasuk telur dan sampah. Selain itu, pagar rumah juga diduga mengalami kerusakan akibat ulah pelaku.
Sejumlah kejadian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar rumah korban. Rekaman memperlihatkan dua orang yang diduga merupakan tetangga korban melempar benda ke arah rumah. Dalam rekaman lainnya, terlihat seorang pria mendekati pagar rumah yang kemudian diduga melakukan perusakan.
Azis mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti alasan dirinya dan keluarganya menjadi sasaran dugaan teror tersebut.
Polisi menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung dengan memeriksa rekaman CCTV, meminta keterangan saksi, serta mengumpulkan alat bukti lain guna memastikan kronologi dan dugaan tindak pidana yang terjadi. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap perselisihan melalui jalur dialog dan mekanisme hukum, serta menghindari tindakan yang dapat berujung pada pelanggaran pidana.















Komentar