Teror Dini Hari! Rumah Pengacara Nyaris Ludes Terbakar Akibat Molotov

JurnalPatroliNews | Jakarta – Aksi teror pelemparan bom molotov ke rumah seorang pengacara di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, terekam jelas kamera pengawas (CCTV). Rekaman tersebut menjadi salah satu barang bukti penting yang kini didalami aparat kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku.

Korban diketahui bernama Sulardi (68), seorang pengacara yang rumahnya menjadi sasaran pelemparan botol berisi bahan bakar pada Selasa (1/7/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Dari rekaman CCTV milik sebuah masjid yang berada tepat di seberang rumah korban, terlihat dua orang datang menggunakan sepeda motor. Salah satu pelaku turun dengan tergesa-gesa, lalu melemparkan botol yang diduga bom molotov ke arah pagar rumah sebelum kembali naik motor dan melarikan diri.

“Saya melihat dari CCTV itu dia agak buru-buru juga. Begitu turun dari motor dia langsung melempar botolnya lalu pergi naik motor,” ujar Sulardi saat ditemui di kediamannya, Minggu (5/7/2026).

Akibat insiden tersebut, kobaran api membakar bagian depan pagar rumah. Api juga sempat menjalar ke bagian dalam karena cairan mudah terbakar yang terdapat di dalam botol.

“Awalnya terbakar di pagar, tetapi karena minyaknya masuk ke dalam, bagian dalam juga ikut terbakar,” jelasnya.

Warga Ikut Perketat Pengamanan

Pasca kejadian, warga sekitar meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat ronda malam di lingkungan tempat tinggal korban sebagai langkah antisipasi jika aksi serupa kembali terjadi.

Menurut Sulardi, hingga saat ini pengamanan tambahan masih dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar.

“Sementara ini tetangga-tetangga membantu dengan ronda malam supaya lebih aman,” katanya.

Polisi Masih Selidiki Motif

Korban telah melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian. Hingga kini penyidik masih mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV, guna mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif di balik aksi teror tersebut.

“Siapa pelakunya memang belum bisa disimpulkan. Penyidik masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini,” ujar Sulardi.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi membenarkan adanya laporan dugaan percobaan pembakaran dan perusakan tersebut.

Menurutnya, berdasarkan keterangan para saksi, dua orang pelaku datang menggunakan sepeda motor sambil membawa sebuah botol yang diduga berisi bahan mudah terbakar.

“TKP merupakan dugaan percobaan pembakaran dan perusakan. Pelaku diduga melempar botol yang diindikasikan sebagai bom molotov ke arah pagar rumah korban, kemudian langsung melarikan diri,” kata AKP Made Budi.

Polisi telah memeriksa dua orang saksi, yakni Niman dan Dadang. Selain itu, penyidik juga tengah mendalami rekaman CCTV serta mencari petunjuk lain untuk memburu kedua pelaku yang hingga kini masih buron.

Kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur guna mengungkap aktor intelektual maupun motif di balik aksi teror terhadap rumah pengacara tersebut.

Komentar