Bali Hadapi 14 Ancaman Bencana, MUI Siapkan Relawan Tangguh di Seluruh Kabupaten/Kota

JurnalPatroliNews, DENPASAR – Tingginya potensi bencana di Bali mendorong Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali memperkuat kapasitas relawan kebencanaan. Sebanyak 36 calon relawan dari sembilan MUI kabupaten/kota akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Relawan pada 1-2 Agustus 2026 mendatang, di Banjar Adat Kampung Islam Candikuning II, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun jaringan relawan yang mampu mendukung pengurangan risiko bencana sekaligus pelayanan kemanusiaan di seluruh wilayah Bali.

Ketua LPB MUI Provinsi Bali, Bambang Widjanarko, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk membentuk relawan yang memiliki kompetensi kebencanaan, berjiwa kemanusiaan, serta mampu bekerja secara profesional dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, para peserta tidak hanya akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana, tetapi juga dibekali nilai-nilai kepedulian, pengabdian, serta semangat melayani masyarakat.

“Setelah pelatihan, mereka diharapkan menjadi motor penggerak kesiapsiagaan bencana di daerah masing-masing,” kata Bambang kepada awak media di kantor MUI Provinsi Bali, Denpasar, Jum’at (17/7/2026).

Ia menegaskan, penguatan kapasitas relawan menjadi kebutuhan mendesak karena Bali memiliki sedikitnya 14 potensi ancaman bencana. Kondisi tersebut menuntut kehadiran sumber daya manusia yang mampu bergerak cepat dan mengambil tindakan yang tepat pada setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Selain meningkatkan kemampuan individu relawan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara LPB MUI di tingkat kabupaten/kota dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BASARNAS, serta organisasi kemanusiaan dan kerelawanan lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan secara lebih terpadu, sekaligus memperkuat peran LPB MUI sebagai mitra dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.

Melalui pelatihan ini, LPB MUI Provinsi Bali berharap lahir relawan-relawan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga mampu membangun jejaring kemanusiaan yang kuat untuk mendukung terwujudnya masyarakat Bali yang semakin tangguh, tanggap, dan mandiri dalam menghadapi bencana.

Komentar