Sekolah Rakyat Bali Capai Progres 95 Persen, Menteri PU Tekankan Kebersihan dan Fasilitas

JurnalPatroliNews | Karangasem – Pemerintah terus mempercepat penyediaan infrastruktur pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 82 Sekolah Rakyat (SR) telah beroperasi secara fungsional di berbagai daerah, termasuk Sekolah Rakyat Provinsi Bali yang dipastikan siap mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan secara umum fasilitas utama Sekolah Rakyat di Bali telah memenuhi kebutuhan proses pembelajaran. Meski demikian, pemerintah masih melakukan sejumlah penyempurnaan pada fasilitas pendukung agar seluruh kawasan sekolah dapat berfungsi secara optimal.

“Secara nasional sudah ada 82 Sekolah Rakyat yang beroperasi. Di Bali, yang masih perlu disempurnakan antara lain sistem drainase di area kamar mandi yang masih menimbulkan genangan serta penambahan tempat sampah di sejumlah titik,” ujar Dody dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

Ia meminta penyedia jasa konstruksi segera menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa sehingga seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta didik dan tenaga pendidik.

Selain penyempurnaan fisik bangunan, Dody juga menekankan pentingnya pembentukan budaya hidup bersih di lingkungan sekolah. Menurutnya, para siswa perlu diberikan pemahaman mengenai penggunaan fasilitas sekolah secara benar, mulai dari toilet, shower hingga sarana umum lainnya.

“Pihak sekolah juga perlu memberikan sosialisasi kepada para siswa mengenai cara menggunakan fasilitas dengan baik serta membiasakan mereka menjaga kebersihan lingkungan sekolah sejak dini,” katanya.

Dody menjelaskan, bangunan utama Sekolah Rakyat Provinsi Bali saat ini telah siap mendukung seluruh aktivitas pembelajaran. Sementara beberapa bangunan penunjang akan diselesaikan secara bertahap menyesuaikan perkembangan jumlah peserta didik.

Ia menilai desain Sekolah Rakyat Bali juga memiliki nilai tambah karena mengadopsi arsitektur khas Pulau Dewata sehingga tetap selaras dengan karakter budaya setempat.

“Fasilitas yang tersedia saat ini sudah mencukupi untuk jumlah siswa yang ada. Penyelesaian kawasan akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kompleks dapat berfungsi secara optimal. Secara keseluruhan bangunannya sudah sangat baik, termasuk fasad yang mengusung arsitektur lokal Bali,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Provinsi Bali dibangun di atas lahan seluas 5,67 hektare yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Kawasan pendidikan tersebut dirancang sebagai kompleks terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Selain ruang kelas, kompleks ini juga dilengkapi asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung serbaguna, kantin, dapur umum, tempat ibadah, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Bali memiliki nilai kontrak sebesar Rp255,5 miliar dengan progres fisik mencapai 95,11 persen. Sejak 13 Juli 2026, sekolah tersebut telah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti 195 siswa dengan dukungan 25 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat melalui penyediaan fasilitas belajar yang representatif, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik di berbagai daerah Indonesia.

Komentar