Profil dan Kekayaan Sudaryono, Kepala BGN Baru Pengganti Nanik S Deyang

Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Rabu (22/7/2026). Penunjukan ini dilakukan setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri dari posisi tersebut pada hari yang sama karena alasan kesehatan.

Alasan Penunjukan

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo memilih Sudaryono didasarkan pada keterlibatannya sejak awal dalam penyusunan konsep hingga perancangan teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sudaryono juga dinilai memiliki kontribusi mendukung program MBG semasa menjabat di Kementerian Pertanian, khususnya dalam hal sumber bahan baku pangan.

Pelantikan dilakukan pada hari yang sama dengan pengunduran diri Nanik agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di BGN, sehingga pelaksanaan program tetap berjalan.

Profil Singkat Sudaryono

Sudaryono berasal dari Grobogan, Jawa Tengah, dan menempuh pendidikan di Universitas Swiss German, Tangerang, sebelum melanjutkan hingga meraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia dikenal luas sebagai orang dekat sekaligus mantan asisten pribadi (aspri) Presiden Prabowo Subianto.

Perjalanan kariernya terbilang cukup panjang di berbagai bidang. Ia memulai karier profesional pada 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy, kemudian dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018. Sudaryono juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN Coop), Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma, Direktur PT Nusantara Telematics System, hingga Chairman PT Boga Halal Nusantara.

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, Sudaryono menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian sekaligus Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Ia juga dikenal sebagai politikus Partai Gerindra yang kerap dipercaya Presiden Prabowo mengawal berbagai program strategis nasional.

Baca Juga : Sudaryono Dipercaya Pimpin BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Makin Profesional

Rincian Harta Kekayaan Sudaryono

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 29 Maret 2026 untuk periode 2025, Sudaryono tercatat memiliki total aset sebesar Rp91,76 miliar. Setelah dikurangi utang senilai Rp60,37 miliar, kekayaan bersihnya tercatat sekitar Rp31,39 miliar.

Berikut rincian komponen kekayaannya:

  • Tanah dan bangunan: Rp69,69 miliar, terdiri dari puluhan bidang tanah yang tersebar di Bogor, Tangerang Selatan, Depok, Semarang, Sukoharjo, Jepara, Klaten, dan Jakarta Selatan.
  • Alat transportasi dan mesin: Rp1,07 miliar, meliputi dua unit Toyota Fortuner, dua unit Toyota Innova, dan satu unit sepeda motor.
  • Surat berharga: sekitar Rp7,65 miliar.
  • Kas dan setara kas: sekitar Rp13,35 miliar.
  • Utang atau kewajiban: sekitar Rp60,37 miliar.

Aset terbesar Sudaryono jelas didominasi oleh kepemilikan properti berupa tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Tugas Berat Menanti di BGN

Nanik S Deyang sendiri baru dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana, namun mengundurkan diri belum genap dua bulan menjabat karena ingin fokus mengobati kondisi jantungnya. Ia mengungkapkan kemungkinan tetap dilibatkan sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN untuk mengawasi kelanjutan program.

Kini, tugas besar menanti Sudaryono dalam menjalankan program peningkatan gizi masyarakat, salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar jutaan penerima manfaat melalui Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

Penutup

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN menandai babak baru kepemimpinan lembaga yang menjadi ujung tombak program gizi nasional. Dengan latar belakang di bidang pertanian dan kedekatannya dengan Presiden Prabowo, publik menaruh harapan besar agar program MBG dapat berjalan lebih optimal ke depannya.

Komentar