JurnalPatroliNews | Jakarta – Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat dukungan dari kalangan aktivis gerakan Reformasi 1998. Mereka menilai sosok yang saat ini juga dikenal sebagai Wakil Menteri Pertanian memiliki pengalaman dan kapasitas untuk memperkuat tata kelola lembaga sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dukungan tersebut disampaikan Supriyanto, aktivis Reformasi 1998 yang tergabung dalam Komunitas 98 Resolution Network. Menurutnya, rekam jejak Sudaryono di pemerintahan maupun aktivitas sosial menjadi modal penting dalam membangun tata kelola BGN yang lebih profesional.
Supriyanto, yang akrab disapa Antok, mengatakan Sudaryono sebelumnya aktif mengorganisasi petani, nelayan, pedagang pasar, serta memiliki pengalaman sebagai wirausaha yang berkembang dari tingkat akar rumput.
“Sudaryono akan membawa dialektika yang lebih progresif bagi BGN dan program MBG,” ujar Antok dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, kehadiran Sudaryono diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini menjadi perhatian publik, khususnya terkait aspek administrasi, pengelolaan keuangan, serta penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
“Semangat kolaborasi, musyawarah dan win-win solution akan berdampak positif dalam menjawab berbagai permasalahan yang selama ini terjadi di kalangan mitra dan stakeholder,” katanya.
Antok juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya melakukan penyegaran jajaran pejabat eselon I di lingkungan BGN. Menurutnya, komposisi pejabat baru yang berasal dari berbagai latar belakang profesional mencerminkan upaya memperkuat kapasitas kelembagaan.
Sebagaimana diumumkan pemerintah pada 21 Juli 2026, Presiden menunjuk sejumlah pejabat baru di lingkungan BGN yang berasal dari berbagai bidang, antara lain tenaga kesehatan, praktisi pendidikan, auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga unsur aparat penegak hukum.
Antok menilai langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan birokrasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih akuntabel, transparan, dan sesuai dengan prinsip kepatuhan terhadap regulasi.
“Kebijakan penggantian birokrasi inti BGN ini sangat tepat diambil Prabowo Subianto agar tata kelola program MBG semakin profesional, berintegritas dan compliance,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.









Komentar