JurnalPatroliNews | Jakarta – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) resmi mengukuhkan jajaran Pengurus Pusat periode 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang digelar di The President Lounge, Batavia Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari mekanisme organisasi pasca-Muktamar sekaligus menandai dimulainya agenda strategis IPHI lima tahun ke depan.
Acara dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri atas pengurus IPHI pusat dan daerah dari berbagai provinsi, seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat, unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, Forum Masyarakat Emas Indonesia, serta organisasi kemasyarakatan lainnya.
Di antara tamu undangan tampak Ade Gunawan, Humas Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) dan Perkumpulan Pemimpin Redaksi Indonesia (PPRI), yang berkesempatan berdialog langsung dengan Ketua Umum IPHI, H. Erman Suparno.
Dalam kesempatan tersebut, Erman menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional.
“IPHI adalah organisasi besar yang mewadahi para haji dan hajah di seluruh Indonesia. Kita harus memiliki komitmen terhadap pembangunan akhlak mulia dan kekuatan iman untuk berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat serta menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Erman Suparno.
Pada periode kepengurusan 2026–2031, IPHI menetapkan lima agenda utama yang akan menjadi arah organisasi dalam memberikan masukan kepada pemerintah maupun masyarakat.
Kelima agenda tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan nasional, pembenahan sistem pendidikan yang berorientasi pada pembangunan karakter dan akhlak, penguatan kemandirian ekonomi melalui prinsip berdikari dengan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia alumni haji, antisipasi terhadap tantangan krisis energi melalui pengembangan teknologi masa depan, serta dukungan terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Menurut Erman, sebagai organisasi yang beranggotakan para alumni haji, IPHI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan.
Selain membahas arah organisasi, Erman juga menyinggung penyelenggaraan ibadah haji. Ia menegaskan IPHI akan tetap menjalankan peran sebagai mitra kritis pemerintah dengan memberikan masukan konstruktif demi peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran, peningkatan mutu layanan, serta kejelasan pembagian fungsi antara regulator dan pelaksana operasional guna mencegah potensi penyalahgunaan kewenangan.
Dalam kesempatan tersebut, Erman juga menyoroti peran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Ibu kandung dari lahirnya gagasan BPKH adalah IPHI. Oleh karena itu, pengelolaan dana haji harus benar-benar akuntabel, transparan, dan tidak memperberat APBN maupun jemaah,” tegasnya.
IPHI juga akan mengembangkan sejumlah program yang ditujukan untuk memperkuat peran alumni haji di tengah masyarakat. Program tersebut antara lain pengembangan IPHI Estate, kegiatan sosial kemasyarakatan, dakwah, pendidikan, hingga penyediaan layanan Klinik Haji sebagai bagian dari pelayanan kepada umat.
Erman mengajak seluruh anggota IPHI menjaga kemabruran haji melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam acara tersebut, Ade Gunawan juga berdialog dengan sejumlah pengurus IPHI, di antaranya Wakil Ketua Umum IPHI Hj. Salmawati, S.E., M.M., Hj. Noor Yunita Setia, serta Drs. H. Rahudman Harahap, M.M.
Hj. Salmawati menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengukuhan pengurus pusat yang dinilai semakin mempererat ukhuwah di antara keluarga besar IPHI.
Ia berharap kepengurusan IPHI di Provinsi Aceh segera terbentuk secara definitif sehingga mampu memperkuat persaudaraan para alumni haji serta mengimplementasikan slogan organisasi, “Haji Mabrur Sepanjang Hayat”, melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengukuhan Pengurus Pusat IPHI periode 2026–2031 diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi dalam mendukung pembangunan nasional, mempererat persatuan umat, serta meningkatkan kontribusi para alumni haji dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.










Komentar