Bukan Sekadar Hadir di Jamnas 2026, Bupati Garut Tantang Kontingen Bawa Prestasi dan Nama Baik Daerah

JurnalPatroliNews, GARUT – Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka 2026 bukan sekadar ajang berkumpulnya anggota Pramuka dari berbagai daerah. Bagi kontingen Kabupaten Garut, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membuktikan kualitas, karakter, sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat nasional.

Pesan itu disampaikan Bupati Garut yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin, saat memberikan arahan kepada peserta Training Center (TC) Kontingen Kwarcab Garut di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (27/7/2026).

Bupati meminta para peserta tidak memandang Jamnas hanya sebagai kegiatan rutin atau kesempatan untuk mewakili daerah. Mereka harus mampu menunjukkan bahwa Pramuka Garut memiliki karakter kuat, disiplin, bertanggung jawab, jujur, serta mampu berkompetisi secara positif.

“Pertama, tunjukkan bahwa Pramuka Garut itu kompeten, penuh disiplin, tepat waktu, menjaga kebersihan, bertanggung jawab, jujur dan lain-lain. Yang kedua, mereka adalah perwakilan Kabupaten Garut, sehingga diharapkan menjadi ambasador Kabupaten Garut,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Menurutnya, keberadaan kontingen Garut di Jamnas akan mempertemukan peserta dengan Pramuka dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan Garut secara lebih luas.

Karena itu, setiap anggota kontingen diharapkan tidak hanya menguasai materi kepramukaan, tetapi juga memiliki wawasan mengenai daerah asalnya. Mulai dari kondisi geografis dan demografi hingga potensi ekonomi serta komoditas unggulan Kabupaten Garut.

“Kalau ada yang bertanya tentang Garut, mereka harus bisa menjelaskan. Jadi bukan hanya datang mengikuti kegiatan, tetapi juga mampu memperkenalkan Kabupaten Garut kepada teman-teman dari seluruh Indonesia,” katanya.

Bupati bahkan mendorong peserta membawa produk khas Garut sebagai buah tangan. Salah satunya dodol Garut yang dinilai dapat menjadi sarana sederhana untuk memperkenalkan identitas dan potensi daerah kepada peserta Jamnas.

Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan kontingen tidak hanya diukur dari capaian lomba atau penghargaan yang diperoleh. Sikap, kedisiplinan, kemampuan berinteraksi, serta cara membawa diri selama kegiatan juga menjadi bagian dari citra Kabupaten Garut.

Baca juga: Api Nyaris Meluas di Kaki Gunung Putri, Tim Gabungan Berhasil Kendalikan Kebakaran Lahan Seluas 1 Hektare

Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda Garut yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.

Bupati Garut menegaskan, keberangkatan kontingen bukan sekadar seremoni. Ada tanggung jawab yang ikut dibawa setiap peserta ketika mengenakan atribut dan menyandang nama Kabupaten Garut.

Karena itu, selain mengejar prestasi di Jamnas, peserta dituntut mampu menjaga perilaku, kebersihan, kedisiplinan, dan integritas selama berada di lokasi kegiatan.

Kontingen Garut dijadwalkan menjalani pelepasan resmi pada 10 Agustus 2026 sebelum bertolak mengikuti Jamnas.

Harapannya, 32 anggota Pramuka tersebut tidak hanya pulang membawa pengalaman baru, tetapi juga prestasi dan cerita positif tentang Garut.

Sebab, di tengah pertemuan ribuan Pramuka dari berbagai daerah, setiap tindakan peserta akan menjadi bagian dari wajah Kabupaten Garut yang mereka bawa ke tingkat nasional.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengatakan Training Center menjadi bagian penting dari persiapan kontingen sebelum mengikuti Jamnas 2026.

Jamnas dijadwalkan berlangsung pada 13–21 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.

Kontingen Kabupaten Garut beranggotakan 32 Pramuka Penggalang. Mereka terbagi dalam dua regu putra dan dua regu putri yang berasal dari 20 Kwartir Ranting (Kwarran) di berbagai wilayah Kabupaten Garut, termasuk peserta dari kawasan pelosok.

Para peserta tersebut berasal dari 24 gugus depan atau pangkalan sekolah. Menariknya, dua peserta di antaranya merupakan Pramuka dari Sekolah Rakyat.

Selama mengikuti kegiatan, kontingen akan didampingi empat pembina dan dua pimpinan kontingen.

Ade menjelaskan, pemusatan latihan tidak hanya diarahkan pada kesiapan teknis menghadapi Jamnas. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang Kabupaten Garut agar mampu menjawab tantangan Bupati untuk menjadi duta daerah.

“Dua hari ini kita melaksanakan pemusatan latihan dan pembekalan, sekaligus menambah pengetahuan terutama terkait Kabupaten Garut,” kata Ade.

Pembekalan tersebut diharapkan membuat peserta lebih percaya diri ketika berinteraksi dengan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia maupun peserta dari luar negeri.

“Ketika mengikuti jambore nasional, mereka akan bertemu dengan teman-teman di seluruh Indonesia, termasuk Pramuka dari luar negeri. Mereka juga bisa berbicara tentang Kabupaten Garut,” ujarnya.

Komentar