KONI Tabanan Siap Kawal Pengembangan Savate Menuju Prestasi Nasional

JurnalPatroliNews | Tabanan – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tabanan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan cabang olahraga Savate di Bali.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Savate Indonesia (FSI) yang akan digelar di kawasan Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kabupaten Tabanan.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Tabanan, I Made Nurbawa, saat mendampingi jajaran pengurus FSI Provinsi Bali dalam kunjungan kerja peninjauan lokasi pelaksanaan agenda nasional tersebut, Minggu (26/7/2026).

Menurut Made Nurbawa, KONI Tabanan terus membuka ruang bagi lahirnya cabang olahraga baru yang memiliki potensi mencetak prestasi, sepanjang memenuhi persyaratan organisasi, pembinaan, serta regulasi yang telah ditetapkan.

“Sebagai pengurus KONI Tabanan, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk membentuk organisasi olahraga yang berprestasi. Itu merupakan bagian dari tugas dan fungsi KONI dalam mendorong pembinaan olahraga,” ujarnya.

Made Nurbawa menjelaskan, komunikasi antara pengurus Savate dengan KONI Tabanan telah berlangsung sekitar delapan bulan, sementara proses pembinaan berjalan lebih intensif dalam tiga bulan terakhir menjelang pelaksanaan Rakernas dan Kejurnas.

Saat ini, kata dia, pengurus Savate Tabanan tengah melakukan konsolidasi organisasi, menggelar uji coba pertandingan, sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Menurutnya, proses tersebut menjadi contoh positif bagi cabang olahraga baru yang ingin berkembang di bawah naungan KONI.

“Pendirian cabang olahraga memiliki mekanisme yang harus dipenuhi, baik dari sisi administrasi, regulasi maupun kesiapan sumber daya manusia dan perangkat pertandingan. Itu menjadi fondasi agar atlet dapat berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Meski belum mendalami aspek teknis olahraga Savate, Made menilai cabang bela diri asal Prancis tersebut memiliki karakter yang hampir menyerupai kickboxing, namun tetap memiliki aturan pertandingan yang khas.

Ia optimistis Savate mampu melengkapi deretan cabang olahraga bela diri di bawah pembinaan KONI Tabanan dan berpotensi menjadi salah satu cabang unggulan pada masa mendatang.

Selain meninjau kesiapan arena pertandingan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat potensi kawasan Pantai Nyanyi sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga.

Made Nurbawa menilai kawasan tersebut memiliki peluang besar dikembangkan sebagai pusat pelatihan atlet, tempat penyelenggaraan kejuaraan, maupun kegiatan olahraga lainnya yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

“Lokasi ini memiliki potensi besar untuk disinergikan antara olahraga, industri, dan edukasi. Kehadiran kami bukan hanya mendukung Savate, tetapi juga membuka peluang bagi cabang olahraga lainnya di Kabupaten Tabanan,” katanya.

Made berharap Federasi Savate Indonesia terus memperluas sosialisasi kepada masyarakat agar olahraga tersebut semakin dikenal dan diminati, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Ia mengaku telah melihat antusiasme masyarakat, termasuk kalangan guru dan pelajar, yang mulai tertarik mengikuti latihan setelah berbagai kegiatan sosialisasi dilakukan.

“Tinggal bagaimana Savate terus melakukan promosi dan pembinaan sehingga masyarakat semakin memahami cabang olahraga ini,” ujarnya.

Terkait peluang tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027, Made menegaskan Savate harus memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan KONI Bali, termasuk kewajiban menggelar pertandingan ekshibisi sebelum dapat dipertandingkan secara resmi.

“Kalau seluruh persyaratan itu dapat dipenuhi, bukan tidak mungkin Savate akan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di Kabupaten Tabanan,” pungkasnya.

Komentar