Pramono Perkuat Budaya Betawi, Tamu Balai Kota Wajib Disuguhi Bir Pletok

JurnalPatroliNews | Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penguatan identitas budaya Betawi dalam aktivitas pemerintahan. Salah satu langkah yang kini diterapkan adalah menjadikan bir pletok dan dodol Betawi sebagai sajian resmi bagi setiap tamu yang berkunjung ke Balai Kota Jakarta.

Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Pramono, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk menghadirkan budaya Betawi dalam kehidupan pemerintahan sehari-hari, bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dalam berbagai aspek pelayanan dan tata kelola pemerintahan.

“Sejak awal saya berkomitmen agar nuansa Betawi semakin terasa dalam lingkungan Balai Kota. Karena itu berbagai kegiatan pemerintahan kini mengedepankan identitas budaya Betawi,” ujarnya.

Selain menjadikan kuliner khas Betawi sebagai jamuan resmi, Pramono juga menerapkan kebijakan penggunaan busana adat Betawi dalam prosesi pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, pelantikan pejabat kini dijadwalkan setiap hari Rabu dengan ketentuan mengenakan pakaian adat Betawi sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup diwujudkan melalui pertunjukan seni semata, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja dan aktivitas pemerintahan sehingga dapat terus dikenal oleh masyarakat.

Pramono mengungkapkan, sebelum kebijakan tersebut diterapkan, sajian seperti dodol maupun bir pletok hampir tidak pernah hadir dalam kegiatan resmi di Balai Kota. Kini kedua produk kuliner khas Betawi itu menjadi bagian dari jamuan bagi tamu yang datang ke kantor pemerintahan.

“Bir pletok dan dodol sekarang menjadi bagian dari suguhan resmi di Balai Kota sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Betawi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Betawi Rempug (FBR) yang dinilainya memiliki peran penting dalam menjaga solidaritas masyarakat Betawi serta menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis kuat di Jakarta.

Ia mengaku sengaja meluangkan waktu lebih lama untuk menghadiri peringatan hari jadi organisasi tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi FBR dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan Betawi.

Lebih jauh, Pramono menegaskan bahwa pelestarian budaya Betawi tidak boleh berhenti pada simbol-simbol seperti ondel-ondel, palang pintu, atau atribut tradisional lainnya.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah memastikan nilai, identitas, dan warisan budaya Betawi tetap hidup serta dapat diteruskan kepada generasi muda sebagai bagian dari karakter Jakarta di masa depan.

Ia berharap langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memperkuat posisi budaya Betawi sebagai identitas utama ibu kota sekaligus menjadi inspirasi dalam pembangunan kota yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

Komentar