Tenaga Kerja Medan Disiapkan Hadapi Persaingan Industri, Kemnaker Fokus pada Kompetensi

JurnalPatroliNews | Medan — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan dengan menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang dirancang agar keterampilan peserta selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Pelaksanaan pelatihan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, dunia industri, lembaga pendidikan hingga sejumlah mitra terkait. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pelatihan vokasi tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi benar-benar menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan, keterlibatan lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses pelatihan sekaligus menjaga relevansi materi dengan perkembangan kebutuhan industri.

“Sinergi ini memperluas jangkauan pelatihan dan memastikan bahwa keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Afriansyah saat menghadiri kegiatan di BBPVP Medan, Kamis (20/8/2026).

Afriansyah juga meminta para peserta menjadikan pelatihan sebagai momentum untuk membangun kemampuan yang dapat menjadi modal ketika memasuki atau meningkatkan posisi di dunia kerja.

“Serap ilmu sungguh-sungguh, karena keterampilan yang Anda peroleh di sini adalah bekal berharga untuk masa depan,” katanya.

Dalam kunjungannya, Afriansyah sekaligus menutup program pelatihan Housekeeping yang digelar BBPVP Medan bersama Yayasan PLAN International Indonesia.

Program tersebut diikuti peserta dari kalangan penyandang disabilitas. Afriansyah memberikan apresiasi atas keberhasilan peserta menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan.

Menurutnya, peningkatan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kepercayaan diri agar peserta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja.

Pelatihan bagi penyandang disabilitas tersebut juga menunjukkan pentingnya menciptakan akses pengembangan keterampilan yang lebih inklusif, sehingga kesempatan memperoleh kompetensi dan memasuki pasar kerja dapat terbuka lebih luas.

Sementara itu, PBK yang diselenggarakan BBPVP Medan mencakup sejumlah sektor yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Bidang pelatihannya antara lain pariwisata, bisnis dan manajemen, smart supply chain, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Kemnaker menilai penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri yang berlangsung cepat. Karena itu, pola pelatihan vokasi terus diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan nyata perusahaan dan perkembangan teknologi.

Melalui pendekatan tersebut, pelatihan tidak hanya diharapkan meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga memperkuat daya saing tenaga kerja sekaligus memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan pelatihan dan kebutuhan industri.

Bagi BBPVP Medan, kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri, lembaga pendidikan, dan mitra lainnya menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pelatihan vokasi yang mampu menjawab tantangan pasar kerja.

Dengan semakin kuatnya keterhubungan antara lembaga pelatihan dan dunia industri, Kemnaker berharap tenaga kerja yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan, produktif, serta lebih siap menghadapi persaingan di pasar kerja.

Komentar